Konten Lokal Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Laporan The Netflix Effect
Sabtu, 16 Mei 2026, 21:57 WIBJAKARTA - Netflix merilis laporan bertajuk The Netflix Effect yang mengulas dampak ekonomi, budaya, dan sosial dari film serta serial Netflix di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam laporan tersebut, platform streaming global itu menyebut telah berkontribusi lebih dari 325 miliar dollar AS terhadap ekonomi global selama satu dekade terakhir.
Laporan ini juga menyoroti bagaimana ekspansi Netflix membuka peluang lebih luas bagi kreator, komunitas, hingga industri kreatif lokal di berbagai negara. Kehadiran cerita-cerita lokal yang menjangkau audiens global dinilai memberikan dampak yang melampaui industri hiburan semata.
Co-CEO Ted Sarandos mengatakan, dalam 10 tahun terakhir Netflix telah memperluas layanannya dari sekitar 60 negara menjadi lebih dari 190 negara hanya dalam satu hari. Saat ini, Netflix telah memproduksi film dan serial di lebih dari 4.500 kota dan wilayah di lebih dari 50 negara.
âSetiap produksi Netflix adalah produksi lokal, yang turut menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan bisnis setempat, serta menghadirkan dampak yang jauh melampaui layar,â ujar Ted Sarandos melalui keterangannya pada hari Kamis (16/5).
Secara global, Netflix disebut telah menginvestasikan lebih dari US$135 miliar untuk produksi film dan serial. Investasi tersebut menciptakan lebih dari 425 ribu lapangan kerja dan melibatkan lebih dari 700 ribu pekerja tambahan, termasuk figuran dan pekerja harian di berbagai lokasi produksi. Netflix juga bermitra dengan lebih dari 2.000 rumah produksi lokal di seluruh dunia.
Sutradara Lucky Kuswandi yang terlibat dalam sejumlah proyek Netflix seperti Ratu Ratu Queens, A Normal Woman, Dear David, hingga serial mendatang Night Shift for Cuties, menilai keberagaman audiens Netflix memberi ruang lebih luas bagi sineas untuk bereksperimen dalam bercerita.
Menurutnya, ekosistem tersebut memungkinkan hadirnya beragam suara baru sekaligus mendorong terciptanya hiburan yang tidak hanya menarik, tetapi juga mampu mempertanyakan norma dan kondisi sosial yang ada.
Netflix juga mencatat perubahan besar dalam konsumsi konten global. Jika satu dekade lalu konten non-Inggris hanya menyumbang kurang dari 10 persen total konsumsi tontonan di Netflix, kini porsinya telah meningkat menjadi lebih dari sepertiga.
Hingga Januari 2026, sebanyak 35 judul Indonesia telah masuk dalam daftar Global Top 10 Non-English Netflix. Selain itu, lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia tercatat menonton konten lokal sepanjang 2025.
Beberapa judul Indonesia yang berhasil menembus Global Top 10 Netflix antara lain Abadi Nan Jaya yang meraih lebih dari 11 juta penayangan hanya dalam beberapa hari setelah dirilis. Film zombie pertama Netflix Indonesia tersebut menduduki posisi pertama Global Top 10 dan masuk daftar Top 10 di 75 negara.
Kemudian serial drama periode Gadis Kretek mencatat 1,6 juta penayangan dalam sepekan dan berhasil masuk Global Top 10. Serial berlatar industri tembakau Indonesia itu disebut menunjukkan tingginya minat internasional terhadap narasi budaya Indonesia.
Sementara itu, film aksi thriller The Shadow Strays berhasil masuk Top 10 di 85 negara hanya dalam waktu satu minggu setelah dirilis.
Adapun film Luka Makan Cinta yang memadukan romansa, kuliner, dan lanskap Bali mencapai posisi keenam Global Top 10 dengan sekitar 2,4 juta penayangan serta masuk Top 10 di 30 negara.
Memicu Percakapan Budaya Indonesia
Netflix menilai sejumlah judul Indonesia turut memperkenalkan budaya lokal kepada audiens internasional. Film Abadi Nan Jaya misalnya, menggabungkan elemen budaya Indonesia melalui inspirasi tanaman kantong semar dan penggunaan jamu sebagai bagian penting cerita.
Proses syuting yang dilakukan di Yogyakarta juga memicu perhatian publik terhadap lokasi-lokasi yang muncul dalam film tersebut setelah penayangannya.
Sementara Gadis Kretek disebut kembali mengangkat perhatian terhadap kebaya janggan dan mendorong minat masyarakat untuk mengunjungi Museum Kretek serta Museum Kereta Api Ambarawa.
Serial tersebut juga melahirkan berbagai parodi dan reinterpretasi kreatif di media sosial, seperti âGadis Kresekâ yang mengangkat isu lingkungan hingga âGadis Klathakâ yang menyoroti kuliner lokal.
Dorong Pengembangan Talenta Kreatif
Dalam upaya memperkuat ekosistem industri kreatif di Indonesia, Netflix bersama Thailand menjalankan program Reel Life yang ditujukan untuk melatih profesional muda di industri film dan televisi.
Program tersebut telah melatih lebih dari 300 calon kreator film dan TV. Selain itu, tim produksi lokal Netflix juga memberikan pelatihan kepada lebih dari 500 profesional produksi, mulai dari editor, line producer, hingga production accountant.
Netflix juga bekerja sama dengan Asosiasi Produser Film Indonesia atau Aprofi untuk menghadirkan berbagai workshop, pelatihan produksi, serta pengembangan panduan keselamatan produksi nasional pertama di Indonesia.
Melalui pengembangan cerita lokal dan kolaborasi jangka panjang dengan komunitas kreatif, Netflix menyatakan komitmennya untuk terus mendukung lahirnya lebih banyak cerita Indonesia yang dapat dinikmati penonton global.
- Netflix
- streaming
- Perfilman Indonesia
- Film Indonesia
- Budaya Indonesia
- Gadis Kretek
- Industri kreatif Indonesia
- The Netflix Effect
- serial Indonesia
- Abadi Nan Jaya
- The Shadow Strays
- Luka Makan Cinta
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Relokasi Warga Bantaran Rel di Senen: Pembangunan Rusun di Lahan Milik Angkasa Pura Mulai Mei 2026
-
Cadangan Energi: Russia Temukan 41 Ladang Minyak Baru
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Harga Emas Antam pada Awal April, Naik ke Rp2,9 Juta Per Gram
-
Tayang di Bioskop 21 Mei, Film "Keluarga Suami Adalah Hama" Dibintangi Raihaanun dan Omar Daniel
-
Cegah Stunting, Pemkot Singkawang Optimalkan Layanan Posyandu
-
Harga produk berbahan plastik naik di Ternate
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.