Berani Ekspansi! Danantara Bidik Pasar Global, Surat Utang Jumbo Siap Diluncurkan

Jumat, 28 Nov 2025, 22:57 WIB

JAKARTA – Surat utang global menjadi instrumen strategis bagi BUMN karena memungkinkan perusahaan memperluas akses pendanaan dengan biaya yang lebih kompetitif dibanding pembiayaan domestik.

Dengan jangkauan investor internasional yang lebih luas, BUMN dapat memperoleh tenor yang lebih panjang, sehingga memberi ruang bagi pembiayaan proyek jangka panjang seperti infrastruktur, energi, dan transformasi digital.

Ket. Foto: Ilustrasi - Wisma Danantara Indonesia. — Sumber: Istimewa.

Selain itu, penerbitan obligasi global mendorong peningkatan tata kelola karena perusahaan harus memenuhi standar transparansi dan disiplin pasar yang lebih ketat.

Namun, volatilitas nilai tukar dan kondisi pasar keuangan global tetap menjadi risiko yang perlu dikelola secara hati-hati.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah menyiapkan rencana dalam rangka melakukan penerbitan surat utang di tingkat global (global issuance).

Managing Director Treasury Danantara Indonesia Ali Setiawan mengatakan penerbitan surat utang global masih menantikan momen yang tepat, misalnya saat yield United States Treasury (US Treasury) tengah menurun.

“Waktu nanti momennya tepat, misalnya US Treasury udah turun rendah, jadi secara spread harga lebih murah, ya mungkin kita bisa tapping;” ujar Ali dalam Media Lunch with Danantara Indonesia, di Jakarta, Jumat (28/11).

Tahap awal, ia mengungkapkan Danantara Indonesia akan melakukan pre-rating work terlebih dahulu pada tahun depan, sebelum melakukan penerbitan surat utang global.

Pre-rating work yang dimaksud, yaitu upaya untuk mendapatkan rating (peringkat) terlebih dahulu dari lembaga pemeringkat global, seperti Fitch, S&P, dan Moody’s.

Dengan pemeringkatan tersebut, maka akan dapat mengukur besaran yield yang dapat dicapai oleh surat utang global yang akan diterbitkan.

“Ceritanya kita di rate nih kira-kira kita rating-nya berapa nanti oleh Fitch, S&P, Moody's, kita ratingnya berapa. Sehingga, kita udah bisa mengukur nih kalau kita tap masuk ke pasar kira-kira bisa yield berapa yang kita capai nanti,” ujar Ali.

Terkait waktu penerbitan, pihaknya belum dapat memastikan kapan waktu penerbitan surat utang global akan dilakukan oleh Danantara Indonesia.

“Yes, kita akan tap into global issuance, kapannya belum tau. Tapi, yang pasti kita doing yang istilahnya PR (pekerjaan rumah)-nya dulu nih ratingnya dulu. Rating agency work asti kita akan lakukan di tahun depan," ujar Ali.

Pada tahun ini, Danantara Indonesia telah menerbitkan surat utang perdana, yaitu Patriot Bonds senilai Rp50 triliun, yang akan digunakan untuk proyek energi baru dan terbarukan (EBT), serta konversi sampah menjadi energi (Waste to Energy).

Patriot bond diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri dengan jangka tenor lima tahun dan tujuh tahun. Kedua seri tersebut menawarkan imbal hasil sebesar dua persen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.