Pria Inggris Akui Sengaja Tabrakkan Mobil ke Kerumunan Saat Parade Juara Liverpool
Kamis, 27 Nov 2025, 10:01 WIBLONDON, INGGRIS â Sebuah perkembangan mengejutkan terjadi dalam persidangan kasus tabrakan massal di parade juara Liverpool FC. Seorang pria Inggris, Paul Doyle, pada  hari Rabu (26/11)  mengubah pengakuannya dan menyatakan bersalah atas 31 dakwaan terkait insiden yang melukai lebih dari seratus orang pada tanggal 26 Mei lalu.
Doyle sebelumnya membantah seluruh dakwaan, termasuk menyebabkan luka berat dengan niat, penganiayaan, keributan, serta mengemudi secara berbahaya. Namun pada hari kedua persidangan, pria  yang mengenakan setelan jas dan terlihat menangis di ruang sidang  akhirnya mengakui semua tuduhan.
Hakim Andrew Menary menegaskan Doyle harus siap menerima âhukuman penjara yang cukup panjangâ. Sidang vonis dijadwalkan berlangsung dua hari mulai 15 Desember.
Menurut Kepolisian Merseyside, Doyle, Â yang disebut media sebagai mantan anggota Royal Marine, Â mengendarai Ford Galaxy Titanium dan menerobos kerumunan massa yang baru saja meninggalkan parade kemenangan Liverpool di pusat kota.
Sebanyak 134 orang terluka, termasuk bayi berusia enam bulan, anak-anak, dan orang dewasa. Meski tidak ada korban jiwa, 50 orang dilarikan ke rumah sakit akibat benturan keras tersebut.
Parade itu digelar untuk merayakan gelar ke-20 Liverpool di liga domestik, dengan ratusan ribu pendukung memenuhi area waterfront. Sejumlah ruas jalan telah ditutup untuk kendaraan umum saat insiden terjadi.
Polisi dengan cepat memastikan bahwa kejadian tersebut bukan aksi terorisme, namun motif pasti dari perbuatan Doyle masih belum sepenuhnya terungkap.
Sarah Hammond, kepala jaksa regional CPS, menyatakan bahwa Doyle akhirnya mengakui telah âdengan sengajaâ menabrakkan mobilnya ke kerumunan.
Rekaman dashcam menunjukkan Doyle semakin gelisah melihat keramaian. Alih-alih menunggu orang-orang memberi jalan, ia âmemilihâ untuk menerobos mereka dengan kecepatan tinggi.
âMenabrakkan kendaraan ke kerumunan adalah tindakan kekerasan yang diperhitungkan,â ujar Hammond. âIni bukan kelalaian sesaat, Â ini keputusan sadar yang mengubah momen perayaan menjadi kepanikan.â
Doyle kini tetap ditahan hingga hari penjatuhan vonis. Ia awalnya hanya menghadapi tujuh dakwaan, namun pada bulan Agustus lalu jaksa menambahkan 24 dakwaan baru setelah penyelidikan lanjutan.
Kasus ini masih menyisakan banyak pertanyaan, namun kepastian hukuman terhadap Doyle diperkirakan akan menutup salah satu insiden paling mengerikan yang pernah terjadi di kota Liverpool.
- Liverpool
- Gelar Juara Liga Inggris
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
PSG dalam Kepercayaan Diri Tinggi Jelang Leg Kedua Lawan Liverpool
-
Darwin Nunez Ditawarkan Kembali ke Liverpool, Iraola Dihadapkan pada Dilema Besar
-
Slot Pastikan Harvey Elliott Kembali ke Liverpool Usai Gagal Bersinar di Aston Villa
-
Biaya Mobil Listrik Jauh Lebih Murah dari Konvensional. Inilah Jumlah Perbedaannya
-
Kunjungi Griya Pekerja Batam, Direksi BPJS Ketenagakerjaan Dengarkan Curhat Pekerja
-
Tegas, KKP Setop Aktivitas 6 Perusahaan Tanpa Izin PKKPRL di Pantura Tegal
-
Hasil Liga Inggris: Liverpool Bermain Imbang 1-1 dengan Chelsea
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.