Darwin Nunez Ditawarkan Kembali ke Liverpool, Iraola Dihadapkan pada Dilema Besar

Selasa, 09 Jun 2026, 06:30 WIB

LIVERPOOL – Bursa transfer musim panas kembali menghadirkan kejutan. Setelah menjalani satu musim yang kurang meyakinkan bersama Al Hilal, penyerang asal Uruguay, Darwin Nunez, dilaporkan tersedia secara bebas transfer dan telah ditawarkan kepada mantan klubnya, Liverpool.

Kabar tersebut muncul di tengah periode transisi besar yang sedang dialami Liverpool menyusul berakhirnya era Arne Slot. Pelatih baru, Andoni Iraola, disebut tengah menyiapkan perombakan skuad untuk membangun wajah baru The Reds menjelang musim 2026-2027.

Ket. Foto: Darwin Nunez dikabarkan tersedia secara gratis setelah mengakhiri kontraknya dengan Al Hilal. — Sumber: AFP

Di saat Liverpool masih mencari kepastian mengenai komposisi lini serang, terutama setelah munculnya kekhawatiran terkait kondisi fisik Hugo Ekitike dan Alexander Isak, nama Nunez tiba-tiba kembali masuk dalam radar.

Menurut sejumlah laporan, Nunez dan Al Hilal telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak lebih cepat. Situasi itu membuat mantan striker Liverpool tersebut berstatus bebas transfer dan terbuka untuk bergabung dengan klub mana pun tanpa biaya transfer.

Perwakilan sang pemain dikabarkan telah menghubungi sejumlah klub Eropa untuk menawarkan jasanya, termasuk Liverpool.

Bahkan, penyerang berusia 26 tahun itu disebut tidak menutup kemungkinan kembali ke Anfield apabila kesempatan tersebut benar-benar terbuka.

Meski demikian, hingga saat ini Liverpool belum mengambil keputusan apakah akan menindaklanjuti tawaran tersebut atau tidak.

Liverpool bukan satu-satunya klub yang memantau perkembangan situasi Nunez.

Sejumlah klub Liga Inggris seperti Chelsea, Tottenham Hotspur, Newcastle United, dan Aston Villa dikabarkan juga tertarik. Dari luar Inggris, minat datang dari Bayern Munich dan Atletico Madrid.

Sementara itu, mantan klubnya, Benfica, disebut menjadi salah satu pihak yang paling serius mengupayakan kepulangan sang striker ke Portugal.

Secara teori, mendapatkan striker berusia 26 tahun yang sudah berpengalaman di Liga Inggris tanpa mengeluarkan biaya transfer tentu terdengar menarik.

Nunez masih memiliki atribut yang membuatnya pernah menjadi salah satu penyerang paling menjanjikan di Eropa: kecepatan, kekuatan fisik, kemampuan menyerang ruang kosong, serta etos kerja tinggi saat melakukan tekanan terhadap lawan.

Namun pertanyaan besarnya adalah apakah Liverpool benar-benar membutuhkan reuni tersebut?

Saat pertama kali direkrut dari Benfica dengan nilai transfer yang saat itu menjadi rekor klub, Nunez memang menunjukkan beberapa momen spektakuler. Akan tetapi, inkonsistensi penyelesaian akhir menjadi masalah yang terus menghantuinya selama berseragam Liverpool.

Alasan itulah yang pada akhirnya membuat klub memilih melepasnya.

Harapan bahwa Nunez akan menemukan kembali ketajamannya di Arab Saudi ternyata tidak sepenuhnya terwujud.

Sepanjang musim 2025/2026, striker tim nasional Uruguay itu hanya mencetak sembilan gol bersama Al Hilal. Catatan tersebut terbilang biasa saja jika dibandingkan dengan sejumlah penyerang lain di kompetisi yang sama.

Sebagai perbandingan, striker Inggris Ivan Toney mampu mengemas 42 gol pada periode yang sama.

Produktivitas yang tidak terlalu impresif itu membuat banyak pihak meragukan apakah Nunez benar-benar telah berkembang sejak meninggalkan Anfield.

Kedatangan Andoni Iraola menandai dimulainya proyek baru Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu dikenal menyukai permainan cepat, intens, dan agresif, tetapi juga menuntut efektivitas tinggi di sepertiga akhir lapangan.

Dalam konteks tersebut, membawa kembali pemain yang sebelumnya dianggap tidak lagi sesuai dengan kebutuhan tim berpotensi mengirimkan pesan yang kontradiktif terhadap arah pembangunan skuad.

Liverpool saat ini lebih membutuhkan solusi jangka panjang yang mampu menjadi ujung tombak proyek baru klub, bukan sekadar menghidupkan kembali eksperimen yang pernah gagal memenuhi ekspektasi.

Meskipun Nunez masih memiliki kualitas untuk memperkuat banyak klub Eropa dan berpotensi menjadi pemain penting bagi Uruguay pada Piala Dunia 2026, peluang kembali ke Liverpool tampaknya bukan pilihan yang paling masuk akal dari sudut pandang olahraga.

Bagi Liverpool, faktor "gratis" tidak otomatis menjadikan transfer ini ideal. Gaji pemain, kebutuhan taktis, usia proyek tim, serta target jangka panjang harus menjadi pertimbangan utama.

Jika Iraola benar-benar ingin membangun generasi baru Liverpool, investasi terhadap penyerang yang lebih muda atau lebih konsisten kemungkinan akan lebih sesuai dibandingkan mengulang kisah lama yang belum pernah benar-benar berhasil.

Untuk saat ini, pintu kembali ke Anfield memang belum sepenuhnya tertutup bagi Darwin Nunez. Namun jika melihat kebutuhan Liverpool saat ini, peluang reuni tersebut masih tampak lebih romantis daripada realistis.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.