Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dialog Penguatan Water–Energy–Food Nexus Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

28 Kamis, 27 Nov 2025, 14:40 WIB | Oleh:
Dialog Penguatan Water–Energy–Food Nexus Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan Dialog Penguatan Water–Energy–Food Nexus Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan Doc: PYC
Ket. Dari kiri ke kanan: 1. Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU; Founder Purnomo Yusgiantoro Center 2. ⁠Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M.; Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air (UN-WATER) 3. ⁠Filda C. Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D.; Chairperson of Purnomo Yusgiantoro Center

Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan Forum Dialog bertema “Penguatan Water–Energy–Food (WEF) Nexus untuk Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan.” Forum ini mempertemukan para pembuat kebijakan nasional, akademisi, sektor swasta, organisasi internasional, serta pemangku kepentingan kunci dari dalam dan luar negeri untuk merumuskan strategi penguatan keterkaitan air–energi–pangan sebagai fondasi ketahanan pangan Indonesia, sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan prioritas RPJMN 2025–2029.

Dialog ini digelar pada momentum penting ketika Indonesia dihadapkan pada tantangan peningkatan kebutuhan pangan bergizi, akses energi yang terjangkau, serta ketersediaan air bersih yang semakin tertekan oleh urbanisasi, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan WEF Nexus diperlukan sebagai strategi menyeluruh yang menyatukan kebijakan, implementasi pembangunan, serta kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutan pembukaannya, Pendiri PYC sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2000–2009, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., menegaskan bahwa ketahanan pangan hanya dapat dicapai jika Indonesia mampu mengelola energi dan air secara efisien, terukur, dan berkelanjutan.

“Pangan, air, dan energi adalah tiga pilar yang saling bergantung. Tanpa air yang dikelola dengan baik, tidak ada produksi pangan. Tanpa energi yang efisien, kita tidak dapat mendistribusikan pangan secara merata. Pendekatan WEF Nexus harus menjadi fondasi kebijakan nasional jika kita ingin mewujudkan ketahanan pangan yang berdaulat dan berkelanjutan.” — Prof. Purnomo Yusgiantoro.

Pidato Pembuka disampaikan oleh Retno L.P. Marsudi (Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air) dan sesi panel yang menjadi ajang berbagi perspektif dari tokoh nasional dan internasional, diisi oleh: Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng. (Chairman of International Digital Sustainability Consultant), Dadang Jainal Mutaqin, S.Hut, M.EMD, Ph.D (Senior Planner, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI/BAPPENAS), dan Prof. Bayu Krisnamurthi (IPB University). Dan turut mengundang Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E.,M.M. yang diwakilkan oleh Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc (Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan).

Panel membahas berbagai aspek strategis mulai dari diplomasi air global, pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal, penguatan kerja sama lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, dampak geoekonomi terhadap sumber daya strategis, hingga reformasi rantai pasok pangan dan transformasi agribisnis untuk meningkatkan daya saing dan keadilan bagi petani.

Menutup dialog, Ketua Umum PYC, Dr. Filda C. Yusgiantoro, menegaskan bahwa WEF Nexus harus diterapkan sebagai strategi kebijakan yang mengedepankan kolaborasi, bukan sebagai wacana teknokratis semata. “WEF Nexus bukan sekadar konsep, tetapi strategi untuk memastikan rakyat Indonesia mendapatkan pangan bergizi, energi terjangkau, dan akses air yang adil. Sinergi lintas sektor perlu diperkuat agar kebijakan tidak hanya berhenti pada komitmen, tetapi benar-benar terimplementasi dalam program pembangunan nasional dan daerah.”

Beliau menambahkan bahwa forum ini juga menjadi pijakan menuju penyelenggaraan International Food Security Conference (IFSC) 2026, yang akan memperkuat peran Indonesia sebagai poros dialog regional dan global dalam memperjuangkan sistem pangan yang berkelanjutan, adil, dan tangguh terhadap perubahan iklim serta risiko geopolitik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Pemprov Antisipasi Kegagala...

Jaminan Kesehatan, Pengelolaan Peserta JKN Terus Diperkuat

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaminan Kesehatan, Pengelol...
Luar Negeri
AS Pertimbangkan Pangkas Ta...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.