Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangan, Energi, dan Air Dibangun Terpadu, Ambisi Besar Menanti Pembuktian

6 Jumat, 06 Nov 2026, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pangan, Energi, dan Air Dibangun Terpadu, Ambisi Besar Menanti Pembuktian Pangan, Energi, dan Air Dibangun Terpadu, Ambisi Besar Menanti Pembuktian Doc: ANTARA/ Mansyur.
Ket. Areal persawahan di Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak masuk kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dilarang alihfungsi, karena menyumbangkan ketahanan pangan nasional.

JAKARTA – Pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal.

Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari luas kawasan yang dibangun atau besarnya investasi, melainkan dari kemampuan menciptakan produksi yang berkelanjutan, distribusi yang efisien, serta akses masyarakat terhadap sumber daya secara merata.

Tanpa perencanaan tata ruang yang matang, dukungan infrastruktur, teknologi, dan tata kelola lingkungan yang kuat, ambisi swasembada justru berisiko memunculkan konflik pemanfaatan lahan dan tekanan ekologis.

Karena itu, integrasi kebijakan pangan, energi, dan air harus menjadi fondasi agar pembangunan kawasan benar-benar menghasilkan kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah membangun kawasan swasembada pangan, energi dan air di empat provinsi berbeda dalam rangka menyukseskan program utama Presiden Prabowo Subianto.

"Pada kesempatan hari ini kami merumuskan langkah percepatan penyusunan rencana induk dalam membangun kawasan swasembada, pangan, energi dan air," kata Faisol di Jakarta, Jumat (6/11), saat Rapat Pembahasan Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional.

Menurut dia, pada pembahasan tersebut pihaknya mengundang sejumlah wakil menteri serta wakil kepala badan untuk membahas langkah yang akan dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan empat provinsi besar yaitu Papua Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, menjadi lokasi untuk pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air.

Semua itu, kata Faisol, merupakan langkah nyata dari pemerintah mempersiapkan semua kebutuhan masyarakat dan diharapkan dapat terlaksana dengan baik.

"Kami diminta untuk melakukan berkoordinasi dalam rangka percepatan program-program yang menjadi program utama Asta Cita," ujarnya.

Pada rapat tersebut, kata Faisol, pemerintah telah bersepakat untuk merumuskan langkah percepatan penyusunan rencana induk dalam membangunkan kawasan swasembada.

"Harapan kita, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan segera menetapkan rencana induk pembangunan kawasan swasembada pangan, energi dan air pada keempat provinsi tersebut," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
3.000 Tarantula Diselundupk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.