- Home
-
- Luar Negeri
-
- Eropa Bersiap Hadapi Kemun...
Eropa Bersiap Hadapi Kemungkinan AS Hentikan Dukungan Bagi Ukraina
Selasa, 25 Nov 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Laporan Financial Times yang mengutip seorang pejabat Eropa menyatakan kawasan tersebut bersiap menghadapi kemungkinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan dukungan bagi Ukraina.Â
Sebelumnya, Washington Post melaporkan bahwa AS memberi sinyal kepada Ukraina bahwa bantuan militer mungkin akan dihentikan jika pemerintahnya tidak menandatangani rencana perdamaian yang diusulkan AS.
âItu skenario yang jelas sedang kami siapkan,â kata pejabat Eropa itu kepada Financial Times, merujuk pada kekhawatiran Eropa tentang berakhirnya bantuan AS.
Mengutip seorang sumber, The Guardian sebelumnya melaporkan bahwa AS menekan Ukraina untuk menyetujui rencana perdamaian itu disertai ancaman bahwa syarat-syarat perjanjian bisa menjadi jauh lebih buruk di masa depan.
Pekan lalu, sejumlah media AS mengutip para pejabat yang menyatakan bahwa Trump telah menyetujui rencana 28 poin untuk penyelesaian konflik Ukraina-Russia.
Rencana itu mencakup pengurangan bantuan militer AS, pengakuan resmi terhadap Gereja Ortodoks Ukraina, pemberian status resmi bagi bahasa Russia di Ukraina, pengurangan personel angkatan bersenjata Ukraina, serta pelarangan pasukan asing dan senjata jarak jauh di wilayah Ukraina.
Rencana tersebut juga mengasumsikan bahwa AS dan negara lain mengakui Krimea dan Donbas sebagai wilayah Russia yang sah.
Pada Jumat, Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan bahwa rencana perdamaian AS bisa menjadi dasar bagi penyelesaian konflik di Ukraina.
âWake Up Callâ
Pakar Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya, Malang, Aswin Ariyanto Azis, mengatakan, perkembangan konflik Ukraina tersebutseharusnya menjadi wake-up call bagi Eropa, selama mereka bergantung pada AS, keamanan benua tetap berada di bawah belas kasihan politik Washington.
âSementara AS bisa mundur kapan saja, Eropa harus hidup dengan konsekuensi perang Russia Ukraina setiap hari. Jika Trump benar-benar menghentikan dukungan untuk Ukraina, itu bukan hanya pergantian sikap, ini menunjukkan bahwa fondasi keamanan Barat rapuh dan mudah digoyang,â kata Aswin.
Eropa selama ini berbicara tentang âkemandirian strategisâ, tetapi belum kelihatan mampu mewujudkannya. Kekosongan itu memberi ruang bagi Russia untuk melangkah lebih jauh mengambil 1/5 wilayah Ukraina. âPada akhirnya, krisis ini memperlihatkan satu hal, Eropa harus berani berdiri di kaki sendiri, atau terus hidup dalam bayang-bayang keputusan negara lain,â katanya.
Aswin menambahkan, konflik Rusia-Ukraina yang dipicu oleh campur tangan AS untuk perluasan NATO ke Eropa Timur justru merugikan ekonomi Uni Eropa dan menguntungkan AS karena dapat memaksa Eropa membeli gas dari AS yang lebih mahal.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.