Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

8.000 Rumah Tidak Layak Huni Akan Direnovasi Lewat Kerja Sama Pemerintah dan Swasta

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
8.000 Rumah Tidak Layak Huni Akan Direnovasi Lewat Kerja Sama Pemerintah dan Swasta Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati (tengah) di sela meninjau rumah subsidi di Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (25/11).

Tabanan - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng pihak swasta atau badan usaha melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) untuk merenovasi 8.000 unit rumah tidak layak huni di tanah air.

“Jadi kami gotong royong, ada sebagian dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan TJSL,” kata Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati di Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (25/11).

Ia menjelaskan, penerima manfaat saat ini sudah bisa menghuni kembali 8.000 unit rumah tersebut setelah direnovasi.

Sri menambahkan, per Selasa ini, sudah ada komitmen dari pihak ketiga untuk membiayai renovasi menggunakan dana TJSL/CSR terhadap 29.080 unit rumah yang tidak layak huni di sejumlah lokasi di tanah air.

Mantan Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta itu mendorong pemerintah daerah untuk menggandeng pihak swasta berkolaborasi melalui program TJSL membantu renovasi rumah masyarakat kurang mampu.

“Kalau diselesaikan dengan APBN, pastinya tidak bisa, termasuk anggaran di pemerintah kabupaten,” ucapnya.

Sri lebih lanjut menjelaskan pada 2025, pemerintah menargetkan 45 ribu unit rumah tidak layak huni direnovasi dengan anggaran per unit sebesar Rp20 juta atau sekitar Rp1 triliun melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Tahun depan (2026) naik luar biasa menjadi 400 ribu unit,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam rencana kerja dan anggaran Kementerian PKP tahun anggaran 2026 memiliki pagu Rp10,89 triliun.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp8,9 triliun atau 81 persen dialokasikan khusus untuk program BSPS itu dengan target bedah rumah sebanyak 400 ribu unit.

Ia mengungkapkan, lonjakan kuota renovasi rumah tidak layak huni itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan hasil diskusi dengan pimpinan serta anggota Komisi V DPR RI untuk mengutamakan program untuk masyarakat.

Selain itu, upaya tersebut juga diharapkan memberikan efek berlipat kepada peningkatan ekonomi masyarakat karena sektor pembangunan perumahan menggerakkan kinerja 185 subsektor terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.