Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satgas Tindak Tegas! PT Luckione Dihentikan Usai Ketahuan Impor Barang Tercemar Cs-137

📅 Senin, 24 Nov 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Satgas Tindak Tegas! PT Luckione Dihentikan Usai Ketahuan Impor Barang Tercemar Cs-137 Doc: ANTARA/Aria Ananda
Ket. Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Kontaminasi Cesium-137 Bara Krishna Hasibuan memberikan keterangan kepada pers, di Jakarta, Senin (24/11/2025).

JAKARTA – Penindakan terhadap importir barang yang terkontaminasi Cesium-137 menjadi langkah strategis untuk menjaga keamanan publik, integritas rantai pasok, serta kredibilitas sistem pengawasan nasional.

Cs-137 adalah isotop radioaktif berbahaya yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan jika masuk tanpa kontrol ketat.

Kegagalan mencegah peredarannya dapat memicu risiko paparan radiasi, mencoreng reputasi industri, dan menimbulkan kerugian ekonomi akibat potensi penarikan produk serta hambatan perdagangan.

Dengan menindak tegas importir yang lalai atau sengaja memasukkan barang terkontaminasi, pemerintah memperkuat efek jera, memperbaiki standar kepatuhan, dan memastikan bahwa setiap barang yang masuk telah memenuhi batas keamanan radiasi internasional.

Penindakan ini bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga upaya penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mitra dagang terhadap keamanan produk di dalam negeri.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137 (Cs- 137) akan menghentikan sementara operasional PT Luckione Environmental Science Indonesia setelah empat kali ditemukan importasi barang terkontaminasi Cs-137 melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137 Bara Krishna Hasibuan mengatakan penghentian sementara itu dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), atas rekomendasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

"Satgas mengambil langkah tegas agar perusahaan tersebut dihentikan sementara kegiatan usahanya, sambil pemerintah selesai melakukan audit lingkungan terhadap perusahaan tersebut," kata Bara, di Jakarta, Senin (24/11).

Berdasarkan paparannya, PT Luckione Environmental Science Indonesia adalah sebuah perusahaan peleburan logam yang berlokasi di Kawasan Modern Industri Cikande (MCIE), Kabupaten Serang, Banten.

Ia mengatakan bahwa pada 14 November 2025, otoritas Pelabuhan Tanjung Priok kembali menemukan delapan kontainer berisi zinc powder (bubuk seng) yang terkontaminasi Cs-137 berasal dari Angola. Kontainer tersebut kini ditahan sambil menunggu proses administrasi untuk dilakukan ekspor ulang.

Bara menjelaskan bahwa temuan itu merupakan kejadian keempat yang berhasil dicegah otoritas pelabuhan, setelah tiga pengapalan sebelumnya ditemukan berasal dari Filipina. Seluruh importasi tersebut dilakukan oleh perusahaan yang sama.

Dia kemudian menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik usaha tidak sehat dan membahayakan keamanan nasional, serta kesehatan dan keselamatan publik.

"Kami menegaskan agar perusahaan tersebut bekerja sama secara penuh dengan satgas dalam proses audit nanti," ujar dia menegaskan.

Satgas, ujar Bara, juga menangani temuan kontaminasi Cs-137 pada dua kontainer berisi produk alas kaki yang dikembalikan dari Amerika Serikat. Setelah berkoordinasi dengan produsen, disepakati bahwa seluruh produk tersebut akan dimusnahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.