Myanmar Tangkap 1.600 WNA dalam Penggerebekan di Pusat Penipuan

Senin, 24 Nov 2025, 02:40 WIB

YANGON - Junta militer Myanmar pada Minggu (23/11) mengatakan pihaknya telah menangkap hampir 1.600 warga negara asing dalam operasi penggerebekan selama lima hari terhadap pusat penipuan internet terkenal di perbatasan Thailand.

Pusat penipuan yang merajalela telah menjamur di wilayah perbatasan Myanmar yang dilanda perang, menjadi tempat tinggal ideal bagi para penipu yang menargetkan pengguna internet dengan penipuan asmara dan bisnis mampu meraup puluhan miliar dollar setiap tahunnya.

Ket. Foto: Sejumlah WNA ditangkap dalam operasi penggerebekan terhadap pusat penipuan daring di Shwe Kokko, Myanmar, beberapa waktu lalu. Militer Myanmar pada Minggu (23/11) menyatakan pihaknya telah menangkap hampir 1.600 WNA dalam operasi penggerebekan terhadap pusat penipuan internet. — Sumber: AFP

Junta Myanmar telah lama dituduh menutup mata terhadap pertumbuhan industri gelap ini, tetapi telah mengumumkan tindakan keras sejak Februari setelah melobi pendukung militer utama Tiongkok, kata para ahli.

Menurut beberapa pemantau, operasi penggerebekan tambahan yang dimulai bulan lalu merupakan bagian dari tipu daya yang dirancang untuk melampiaskan tekanan dari Beijing tanpa terlalu merugikan keuntungan yang memperkaya sekutu milisi junta.

Dalam penghitungan terbarunya yang dipublikasikan, junta mengatakan 1.590 warga negara asing yang memasuki Myanmar secara ilegal telah ditangkap dari 18 hingga 22 November dalam penggerebekan di pusat perjudian dan penipuan Shwe Kokko, menurut media pemerintah The Global New Light of Myanmar.

"Selain itu, pihak berwenang menyita 2.893 komputer, 21.750 ponsel, 101 penerima satelit Starlink, 21 router, dan sejumlah besar material industri yang digunakan dalam aktivitas penipuan dan perjudian daring," tulis surat kabar tersebut.

Setelah penyelidikan AFP bulan lalu mengungkap penerima dari layanan internet satelit Starlink telah dipasang secara massal di tempat-tempat penipuan, dan perusahaan milik Elon Musk itu mengatakan telah menonaktifkan lebih dari 2.500 perangkat Starlink di sekitar lokasi yang diduga menjadi pusat penipuan di Myanmar.

Global New Light of Myanmar mengatakan 223 orang yang dituduh melakukan penipuan dan perjudian daring di Shwe Kokko ditahan pada Sabtu (22/11) lalu, termasuk 100 warga negara Tiongkok.

Video yang diterbitkan oleh media lokal menunjukkan sebuah alat penggilas jalan menghancurkan ratusan monitor komputer yang berjajar di samping tumpukan ponsel yang telah hancur di kompleks Shwe Kokko pada Sabtu.

Pusat penipuan, yang dikelola oleh ribuan pekerja yang bersedia serta orang-orang yang diperdagangkan dari luar negeri, telah menjamur di daerah perbatasan Myanmar yang pemerintahannya longgar sejak kudeta tahun 2021 memicu perang saudara di negara tersebut.

Sementara Tiongkok merupakan pendukung militer utama junta, para analis mengatakan Beijing semakin marah dengan penipuan yang merajalela yang menargetkan dan merekrut warganya.

Korban penipuan di Asia Tenggara dan Timur saja ditipu hingga mencapai 37 miliar dollar AS pada 2023, menurut laporan PBB, yang kemudian mengatakan kerugian global kemungkinan jauh lebih besar. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.