Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lempeng Tektonik Anak Benua India di Ambang Terbelah

📅 Senin, 24 Nov 2025, 07:42 WIB | Oleh:
Lempeng Tektonik Anak Benua India di Ambang Terbelah Doc: Foto: Wikimedia Commons/NASA
Ket. Dataran Tinggi Tibet menempati area yang kira-kira berbentuk persegi panjang dengan lebar 1.000 km dan panjang 2.500 km.

SEBUAH studi terbaru yang dipresentasikan di konferensi American Geophysical Union (AGU) beberapa waktu lalu telah mengirimkan gelombang kejut ke komunitas geologi. Laporan itu menyatakan bahwa anak benua India berada di ambang perpecahan menjadi dua atau terbelah.

Sebutan anak Anak Benua bagi India karena letak geografis dan kondisi geologisnya yang unik. Secara geologis, sebagian besar Asia Selatan, termasuk India, memiliki lempeng tektoniknya sendiri, yaitu lempeng India.

Penelitian inovatif ini, yang didukung oleh data seismik dan analisis isotop, mengungkap proses delaminasi di dalam Lempeng India. Fenomena ini menunjukkan bagian bawah lempeng tektonik terlepas dan tenggelam ke dalam mantel bumi. Temuan ini dapat secara drastis mengubah pemahaman tentang pembentukan Himalaya dan memperkenalkan risiko baru terkait aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut.

Studi ini telah memicu diskusi baru tentang proses tektonik di bawah Himalaya, di mana Lempeng India telah mendorong Lempeng Eurasia selama lebih dari 60 juta tahun. Dalam perkembangan terbaru dari teka-teki geologi ini, para peneliti mengusulkan bahwa patahan vertikal, alih-alih mekanisme geser atau subduksi tradisional, mungkin menjelaskan fenomena yang diamati.

Penelitian ini memiliki implikasi mendalam, tidak hanya untuk memahami aktivitas seismik di kawasan tersebut, tetapi juga untuk memprediksi pergeseran geologis di masa mendatang yang dapat memengaruhi stabilitas salah satu kawasan paling aktif secara tektonik di Bumi.

Misteri di Bawah ­Pegunungan Himalaya

Selama lebih dari enam dekade, Lempeng Hindia telah bertabrakan dengan Lempeng Eurasia, perlahan-lahan membentuk Pegunungan Himalaya. Meskipun para ilmuwan telah lama memahami mekanisme dasar interaksi tektonik ini, sebuah teori baru muncul: Lempeng Hindia kemungkinan sedang mengalami proses delaminasi yang kompleks.

Proses delaminasi itu melibatkan pelepasan bagian bawah Lempeng Hindia yang lebih padat dari kerak atasnya, yang menyebabkannya tenggelam ke dalam mantel di bawahnya. Penelitian yang dipresentasikan oleh para peneliti di American Geophysical Union ini menantang teori-teori lama tentang perilaku lempeng tektonik.

Analisis tim, yang mencakup data gelombang gempa bumi yang detail dan pembacaan isotop helium dari mata air di Tibet selatan, menghasilkan penemuan bahwa material mantel bergerak ke area yang seharusnya tidak berada di sana.

Pergeseran tak terduga ini menunjukkan bahwa Lempeng Hindia sedang terpecah, dengan celah yang terisi material mantel panas. Sebagaimana ditunjukkan Douwe van Hinsbergen, seorang ahli geologi dari Universitas Utrecht. “Kami tidak tahu benua dapat berperilaku seperti ini, dan itu, bagi ilmu bumi padat, cukup fundamental,” ujarnya dikutip dari Indian Defence Review.

Pengungkapan ini mengubah perbincangan tentang pembentukan Himalaya dan menimbulkan pertanyaan baru tentang stabilitas jangka panjang wilayah itu. Jika proses delaminasi benar-benar terjadi, hal itu dapat menyebabkan pembentukan kembali struktur tektonik di bawah permukaan, yang mengubah lanskap geologis wilayah tersebut.

Proses Delaminasi

Lempeng Hindia bukanlah massa batuan yang seragam; ia terdiri dari berbagai lapisan, dari kerak samudra yang tipis hingga batuan benua yang tebal. Keragaman struktural ini membuatnya sangat rentan terhadap retakan akibat tekanan, terutama setelah tumbukan dengan Lempeng Eurasia.

Selama bertahun-tahun, para ahli geologi telah berspekulasi bahwa lempeng tektonik dapat pecah secara internal di bawah tekanan ekstrem, tetapi bukti yang mendukung gagasan ini hanya ada dalam model teoritis hingga saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

36 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.