Kick Off Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Digelar di Balai Kota Jakarta

Sabtu, 22 Nov 2025, 16:50 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Kick Off Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak pada Sabtu, 22 November 2025. Acara ini merupakan kolaborasi resmi antara Pemprov DKI Jakarta dan Komnas Perempuan untuk meningkatkan kesadaran publik terkait pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Pada kesempatan tersebut, DPPAPP DKI Jakarta mengundang sejumlah tokoh penting dari berbagai lembaga. Para pimpinan universitas ternama di Jakarta ikut diundang untuk memperkuat kolaborasi penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

Selain itu, berbagai organisasi masyarakat dari lintas agama juga terlibat dalam kampanye tersebut. Mereka diundang sebagai representasi kelompok strategis yang dapat memperluas advokasi dan edukasi mengenai pentingnya ruang aman bagi kelompok rentan.

Tokoh-tokoh agama yang masuk dalam daftar undangan antara lain perwakilan MUI, Keuskupan Agung, PGI, PHDI, dan WALUBI. Pelibatan ini menunjukkan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian bersama lintas keyakinan.

Sementara itu, organisasi perempuan seperti Aisyiyah, Muslimat NU, WHDI, hingga Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTII) turut dilibatkan. Mereka diharapkan dapat menyuarakan kepentingan perempuan sekaligus mendukung gerakan bersama yang lebih masif.

Kehadiran komunitas seperti Forum Pemuda Jakarta dan Emak-Emak Blogger juga mendapat perhatian khusus. Kedua kelompok ini dinilai memiliki jangkauan publik yang kuat dan dapat membantu menyebarkan pesan kampanye secara lebih luas.

Kepala Dinas PPAPP memberikan laporan pembuka terkait pelaksanaan kampanye. Laporan ini akan menyoroti tujuan, pelaksanaan, serta pesan utama dari kampanye tahun ini.

Selanjutnya, dua sambutan utama akan disampaikan oleh Ketua Komnas Perempuan dan Gubernur DKI Jakarta. Kedua tokoh tersebut akan menekankan urgensi kampanye serta upaya bersama menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.

"Cara terbaik untuk mengakhiri kekerasan adalah dengan bekerja bersama, menciptakan ruang aman, dan memastikan setiap perempuan serta anak mendapatkan perlindungan," demikian penekanan yang diangkat dalam sambutan yang disiapkan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni kick off yang dilakukan melalui sentuhan layar digital. Seremoni ini menjadi simbol dimulainya kampanye secara resmi.

Setelah seremoni, peserta akan mengikuti sesi foto bersama. Momen ini menjadi dokumentasi komitmen bersama seluruh pihak dalam menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Memasuki acara inti, sesi talkshow akan menghadirkan empat narasumber dari berbagai lembaga. Mereka terdiri dari Komisioner Komnas Perempuan, Forum Pengada Layanan, Pusat PPA DKI Jakarta, serta seorang influencer.

Talkshow tersebut akan membahas empat topik utama yang telah ditentukan. Topik pertama mengulas alasan pentingnya kampanye ini diangkat pada tahun 2025 dengan melihat konteks sosial masyarakat.

Topik kedua membahas tantangan penyediaan ruang aman bagi perempuan korban kekerasan. Isu ini dianggap mendesak mengingat masih banyak korban yang kesulitan mendapatkan layanan perlindungan.

Topik ketiga mengajak seluruh peserta berperan aktif dalam menciptakan ruang aman. Pesan ini ingin menekankan bahwa kekerasan adalah persoalan bersama yang harus ditangani kolektif.

Sementara itu, topik keempat menyoroti peran anak muda dalam mendorong aksi nyata penghapusan kekerasan. Generasi muda diharapkan menjadi motor perubahan dan penyebar edukasi di lingkungan digital.

Setelah talkshow, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama empat puluh menit. Peserta diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai isu-isu yang dibahas.

Menjelang akhir acara, sesi penutup disiapkan sebagai rangkaian terakhir kegiatan. Peserta diharapkan tetap terlibat dalam kampanye hingga 16 hari ke depan melalui aktivitas masing-masing.

DPPAPP Jakarta mengimbau seluruh pihak yang diundang untuk hadir tepat waktu. Kehadiran para undangan dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama.

Bagi peserta yang memerlukan informasi lebih lanjut, panitia menyediakan narahubung resmi. Kontak person tersebut dapat dihubungi untuk keperluan konfirmasi maupun pertanyaan terkait kegiatan.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Pemprov DKI Jakarta dan Komnas Perempuan ingin mendorong aksi nyata di seluruh lapisan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor melalui pelibatan lembaga pendidikan, tokoh agama, komunitas, dan media menjadi strategi besar. Langkah ini dianggap penting untuk memperluas dampak kampanye secara berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan kelompok rentan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari gerakan nasional dan internasional melawan kekerasan berbasis gender.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.