8 Fakta Menarik tentang Rafflesia Hasseltii yang Ditemukan di Sumbar dan Perbedaannya dengan Rafflesia Arnoldi
📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 12:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Penemuan bunga Rafflesia Hasseltii di Sumatera kembali menyita perhatian para pecinta alam.
Spesies langka yang dikenal dengan ukuran besar dan tampilan unik ini memang jarang sekali ditemukan mekar sempurna di habitat aslinya.
Tidak hanya menjadi simbol kekayaan hayati Indonesia, keberadaan Rafflesia Hasseltii juga menyimpan sejumlah fakta menarik yang membuatnya semakin istimewa.
Lalu, apa saja hal unik dari penemuan bunga raksasa ini? Berikut deretan fakta yang patut Anda ketahui, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Deretan fakta penemuan Rafflesia Hasseltii di Sumatera Barat
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Penemuan kembali Rafflesia Hasseltii setelah 13 tahun pencarian
Rafflesia Hasseltii termasuk salah satu bunga langka yang kini berada di ambang kepunahan. Setelah lebih dari satu dekade pencarian, spesies ini akhirnya kembali ditemukan di pesisir hutan Sumatera Barat.
Tim peneliti dan pemandu lapangan terus menelusuri berbagai titik di hutan Sumatra untuk mencari jejak keberadaan-nya. Menurut anggota tim konservasi sekaligus pemandu riset lapangan Rafflesia Hasseltii, upaya ini sudah dimulai sejak 2007 atau sekitar 13 tahun lamanya.
Kerja keras tersebut akhirnya terbayar. Dengan dukungan ilmuwan dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum, Dr. Chris Thorogood, mereka berhasil mendokumentasikan kemunculan Rafflesia Hasseltii di kawasan hutan hujan Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada Selasa (18/11).
2. Populasi sangat terbatas
Temuan dari lapangan mengungkapkan bahwa dalam satu lokasi, biasanya hanya ada kurang dari 10 kuncup Rafflesia Hasseltii. Jumlah ini membuat peluang berkembangnya populasi sangat kecil. Ditambah lagi, bunga Rafflesia diketahui hanya mekar sesekali sehingga kesempatan pengamatan dan penelitian juga sangat terbatas.
Kematian kuncup yang tinggi baik karena perubahan cuaca, gangguan lingkungan, maupun serangan organisme lain menjadi penyebab utama regenerasi-nya terhambat. Inilah yang membuat spesies ini tergolong langka dan membutuhkan perlindungan ekstra.
3. Salah satu jenis Rafflesia paling angka
Rafflesia Hasseltii merupakan parasit yang hidup di hutan hujan primer dan bergantung sepenuhnya pada tanaman inang Tetrastigma. Habitat-nya sangat spesifik, populasinya tidak merata, dan waktu mekarnya tidak dapat diprediksi, sehingga setiap dokumentasi bunga ini selalu dianggap penemuan berharga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!