ADB Beri PLN Pinjaman US$470 Juta untuk Dorong Energi Bersih
Jumat, 21 Nov 2025, 01:00 WIBJakarta - Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman berbasis hasil senilai 470 juta dollar AS atau setara 7,86 triliun rupiah (kurs 16.732 rupiah per dollar AS) kepada PT PLN (Persero) untuk mengakselerasi transisi energi terbarukan serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Wakil Direktur ADB untuk Indonesia Renadi Budiman menyatakan dana tersebut dialokasikan untuk mengimplementasikan Accelerating Indonesia's Clean Energy Transition Program (Program Percepatan Transisi Energi Bersih Indonesia).
"Program ini menandai langkah penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan energi lebih bersih dan lebih berkelanjutan," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/11).
Seperti dikutip dari Antara, Renadi menuturkan program tersebut menyasar pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (fotovoltaik) dan tenaga angin.
Tidak hanya menambah pasokan energi hijau, pembiayaan tersebut juga difokuskan untuk memperkuat infrastruktur jaringan listrik di wilayah strategis, yakni Jawa-Madura-Bali, Sumatra, dan Sulawesi.
Renadi menyampaikan program tersebut diharapkan mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) hingga 2,5 juta metrik ton setiap tahunnya serta berkontribusi pada visi Jaringan Listrik Asean (Asean Power Grid).
Langkah tersebut, lanjut dia, sejalan dengan ambisi Indonesia untuk membangkitkan 41 persen tenaga listriknya dari sumber terbarukan pada tahun 2040, melonjak dari posisi 15 persen pada 2024.
Program tersebut mendukung langsung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, yang menargetkan penambahan 69,5 gigawatt kapasitas pembangkit baru, dengan 76 persen di antaranya berasal dari energi terbarukan.
Renadi menuturkan program yang dijadwalkan berjalan mulai 2026 hingga 2031 tersebut juga mendapatkan pembiayaan sebesar 30 juta dollar AS (502 miliar rupiah) dari Dana Infrastruktur Asean serta dari Uni Eropa dan Inggris melalui Asean Catalytic Green Finance Facility.
Terdapat pula hibah senilai 3 juta dollar AS (50,2 miliar rupiah) dari Energy Access and Transition Trust Fund) yang dihimpun oleh Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP).
Skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memobilisasi investasi swasta lebih dari 1 miliar dollar AS (16,73 triliun rupiah) guna membiayai berbagai proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angin dengan total kapasitas 1.800 megawatt.
- Transisi Energi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Venteny Perkuat Bisnis B2B Financial Services dan Employee Super App
-
Sedikitnya 56 Orang Tewas dalam Bencana Banjir di India Utara
-
BNPB Catat Luas Karhutla di Sumsel Turun 88 Persen dalam Tiga Tahun Terakhir
-
PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
-
Mau Berobat ke Luar Daerah? Jangan Takut Sekarang Ada Bantuan Uang Rp5 Juta
-
Hari Kedua Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil
-
Perluas Konektivitas, Bandara Ngurah Rai Bali Tambah Maskapai Internasional Baru Rute Taipei
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.