Green Financing Dibuka! Proyek Hijau RI Kini Gampang Dapat Modal, ESG-IN Gandeng IDCTA

Senin, 04 Mei 2026, 19:20 WIB

*

JAKARTA – Upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia memasuki babak baru. ESG-IN (PT ESGIN Global Partners) dan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) strategis untuk mengakselerasi ekosistem kredit karbon dan verifikasi data ESG berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dan blockchain, Senin (4/5/2026) di Jakarta Selatan.

Ket. Foto: Brandon Keam, Chief Executive Officer ESG-IN dan Riza Suarga, Ketua Indonesia Carbon Trade Association meneken Memorandum of Understanding (MoU) strategis (MoU) terkai kolaborasi mendorong ekonomi hijau di Jakarta, Senin (4/5) — Sumber: istimewa

Penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer ESG-IN Brandon Keam dan Ketua IDCTA Riza Suarga, disaksikan jajaran pengurus kedua lembaga. Kolaborasi ini menargetkan terciptanya pasar kredit karbon yang terdigitalisasi, transparan, dan bernilai ekonomi, sekaligus menghubungkan orang, data, dan modal untuk memastikan setiap aksi lingkungan terverifikasi dan dihargai.

Jawab Tantangan   

Salah satu hambatan utama pengembangan pasar karbon nasional selama ini adalah proses sertifikasi yang panjang dan kredibilitas data emisi. Lewat MoU ini, ESG-IN akan menyediakan platform Digital MRV berbasis AI yang memungkinkan proyek hijau di sektor energi terbarukan, limbah, pertanian berkelanjutan, hingga ekonomi sirkular mengumpulkan dan melaporkan data emisi secara real-time.

Platform tersebut akan terintegrasi dengan standar internasional seperti Verra dan Gold Standard serta standar nasional. Tujuannya mempercepat issuance kredit karbon, kredit plastik, dan ESG Action Credits (EAC) — standar kredit proprietary ESG-IN yang mencakup berbagai aksi lingkungan terverifikasi.

Untuk meningkatkan kepercayaan investor, setiap aksi lingkungan yang dicatat di platform ESG-IN akan diverifikasi AI lalu dimintkan sebagai Proof-of-Action NFT di blockchain. “Ini menciptakan immutable ledger dari setiap transaksi kredit karbon, sehingga mengurangi risiko kredit abal-abal dan meningkatkan kepercayaan pembeli internasional,” kata CEO ESG-IN Brandon Keam.

Akses Green Financing

Dari sisi ekonomi, kolaborasi ini membuka dua kanal monetisasi baru. Pertama, ESG-IN akan bertindak sebagai off-taker prioritas untuk kredit karbon, kredit plastik, dan EAC dari proyek yang terdaftar di IDCTA. Kredit tersebut dapat diperdagangkan di pasar nasional maupun global untuk mendukung investasi hijau dan ekonomi sirkular.

Kedua, data ESG yang sudah terverifikasi dan audit-ready dapat dijual ke korporasi untuk keperluan sustainability reporting dan compliance. Model ini memberi nilai ekonomi langsung pada aksi lingkungan, sekaligus memudahkan proyek hijau mengakses pembiayaan. “Dengan data terverifikasi, proyek hijau lebih mudah dapat green financing dari lembaga keuangan global,” ujar Ketua IDCTA Riza Suarga.

Hingga Maret 2026, ESG-IN mencatat telah ada penemuan sumber daya kontingen 2C sebesar 6,7 juta barel setara minyak (MMBOE) dan penambahan cadangan terbukti (P1) 3,4 MMBOE dari aktivitas eksplorasi. Capaian ini jadi indikator positif bagi keberlanjutan pasokan energi nasional.

Tiga Mesin ESG-IN

ESG-IN menjalankan kolaborasi lewat tiga mesin strategis. Pertama, Global ESG Action Network yang menghubungkan aksi lingkungan secara online lewat Progressive Web App, offline melalui jaringan ESG Bank seperti bank sampah, dan viral lewat social media untuk melahirkan environmental influencers.

Kedua, Verified ESG Data & NFT Marketplace yang memverifikasi setiap aksi lingkungan dengan AI dan mencatatnya di blockchain. Ketiga, ESG Credit Portfolio & Consulting yang mengembangkan dan memfasilitasi perdagangan karbon kredit, kredit plastik, dan EAC melalui kerja sama bilateral dengan negara berkembang.

Capacity Building  

Ruang lingkup kerja sama juga mencakup capacity building dan edukasi pasar. ESG-IN dan IDCTA akan menggelar pelatihan, workshop, dan seminar tentang mekanisme kredit karbon, pentingnya data ESG, hingga peluang investasi ekonomi hijau bagi pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat.

Keduanya juga akan berkolaborasi mengembangkan metodologi baru untuk sertifikasi kredit lingkungan dari sektor yang belum banyak terjamah, seperti ekonomi sirkular, pengelolaan limbah plastik, pertanian regeneratif, dan aksi komunitas. Di sisi regulasi, ESG-IN dan IDCTA akan memberi masukan ke KLHK, ESDM, dan kementerian terkait untuk mendorong adopsi blockchain dan AI dalam verifikasi data ESG.

“Platform Digital MRV berbasis AI dan blockchain ESG-IN akan membantu anggota IDCTA mencapai standar internasional. Ini game-changer untuk pasar karbon yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Riza.

Dampak Ekonomi

Kolaborasi ini diproyeksi memberi manfaat ekonomi berlapis. Bagi proyek hijau dan pelaku bisnis, akses ke platform MRV yang cost-effective akan mempercepat sertifikasi dan meningkatkan nilai jual kredit. Bagi komunitas, jaringan ESG Bank membuka peluang jadi ESG Heroes yang mendapat pengakuan dan reward dari aksi lingkungan.

Bagi investor, transparansi blockchain menekan risiko pembelian kredit tidak terverifikasi dan menyediakan data audit-ready untuk compliance. Bagi pemerintah, teknologi ini menyediakan data real-time perkembangan pasar karbon untuk mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission 2060.

Secara makro, digitalisasi pasar karbon berpotensi membuka sumber pendapatan baru, meningkatkan investasi hijau, menciptakan lapangan kerja di sektor digital dan lingkungan, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global yang makin menuntut standar ESG.

“Dengan tiga mesin strategis kami, kami yakin dapat mempercepat pertumbuhan pasar karbon Indonesia dan membuka peluang investasi hijau signifikan. Kami berkomitmen jadi partner jangka panjang ribuan proyek hijau di Indonesia sambil memberdayakan setiap individu menjadi ESG Hero,” tutup Brandon Keam.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.