Jembatan Gladak Perak Diterjang Awan Panas, Status Gunung Semeru Naik ke Level Awas
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 19:51 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA – Video yang beredar di media sosial menunjukkan luncuran awan panas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi pada pukul 16:00 WIB Rabu (19/11) telah sampai di Jembatan Gladak Perak yang menjadi penghubung utama Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang. Sebelumnya aparat telah menutup akses jembatan untuk mencegah jatuhnya korban.
"(Awan panas) Sudah sampai Jembatan Gladak Perak, mundur-mundur, minggir. Gelap-gelap saudara," kata seorang wanita yang merekam gambar tersebut kepada sejumlah orang di atas jembatan, di akun instragram Info Gempa Dunia.
Sebelumnya, pada pukul 14.13 WIB, Awan Panas Guguran (APG) dari puncak Semeru tercatat meluncur sejauh 8,5 kilometer dengan amplitudo maksimum 40 mm.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan untuk tetap waspada. Menurutnya, kondisi Semeru masih menunjukkan potensi bahaya.
“Awan panas masih berlangsung dan pergerakannya cukup jauh. Kami mengimbau warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama di Pronojiwo dan Candipuro,” ujar Isnugroho.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan bahwa tim BPBD bersama relawan dan aparat terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru, serta siap melakukan langkah tanggap darurat apabila situasi memburuk. Masyarakat juga diminta mematuhi arahan petugas dan menjauhi zona merah aliran awan panas dan sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Pihak berwenang telah menaikkan status Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, dari level III Siaga menjadi Level Awas.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto dikonfirmasi terpisah membenarkan informasi naiknya status Gunung Semeru dari Siaga (Level III) ke Awas (Level IV).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Status Semeru saat ini Awas level IV,” ujarnya.
Dengan level tersebut, tidak ada aktifitas apapun pada radius 8 kilometer. Petugas juga memastikan sektoral 20 km Selatan Tenggara dari Gunung Semeru, tidak ada lagi aktifitas manusia ketika Semeru erupsi.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!