BKPM Sebut 3 Juta Pelaku Usaha Baru: Bukti Ekosistem Membaik atau Tanda Desakan Hidup?
Rabu, 19 Nov 2025, 17:45 WIBJAKARTA â Peningkatan jumlah pelaku usaha mencerminkan dinamika ekonomi yang semakin kompetitif dan inklusif. Bertambahnya unit usaha baru menunjukkan membaiknya iklim investasi, akses pembiayaan yang lebih terbuka, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap peluang berwirausaha.
Meski demikian, lonjakan jumlah pelaku usaha perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas, digitalisasi, dan kemudahan perizinan agar pertumbuhan tersebut tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berkualitas dan berkontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mencatat dalam satu tahun, yakni sejak Oktober 2024 hingga November 2025, terdapat penambahan sekitar 3 juta pelaku usaha.
âDalam satu tahun itu ada eskalasi penambahan kurang lebih 3 juta pelaku usaha,â ucap Todotua dalam ANTARA Business Forum di Jakarta, Rabu (19/11).
Ia menyampaikan ketika baru dilantik pada Oktober 2024, angka pelaku usaha di Indonesia berada di angka kurang lebih 10,9 juta. Jumlah pelaku usaha menunjukkan peningkatan, hingga per November 2025 sudah mencapai 14,45 juta pelaku usaha.
Jumlah tersebut sudah meliputi pelaku usaha perorangan atau mikro, kecil, menengah dan besar. Sumber modal pun bisa berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
âSekitar 98 persen dari pelaku usaha adalah perorangan. UMKM. Ini fondasi kita kalau berbicara mengenai kekuatan pelaku usaha,â kata Todotua.
Menurut dia, pertumbuhan pelaku usaha tersebut dilatarbelakangi oleh adanya konsolidasi sektor, baik dari pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, lanjut dia, merupakan kementerian yang mengelola, mengatur dan merilis seluruh perizinan berusaha yang ada di Indonesia. Perizinan tersebut dirilis melalui platform Online Single Submission (OSS).
âKami terhubung dengan 38 kementerian dan lembaga. Kami juga mengatur 1.700 jenis usaha yang disebut dengan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia),â tutur dia.
Capaian tersebut diyakini oleh Todotua akan menjadi salah satu tulang punggung yang mendorong pergerakan pertumbuhan ekonomi negara.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan UMKM yang tumbuh dapat membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu ia mendorong seluruh pihak turut menciptakan ekosistem yang mendukung UMKM agar naik kelas, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tiongkok Melonggarkan Kebijakan Moneter untuk Atasi Keterpurukan Perekonomian
-
Agar Tak Memberatkan Pedagang Kecil, Penyusunan Regulasi Pertembakauan Harus Libatkan Koperasi dan UMKM
-
KEK Singhasari Didorong Jadi Pusat Kreatif dan Digital Masa Depan
-
"One Battle After Another" Film Terbaik BAFTA 2026
-
Kemenekraf: Pelaku Usaha Taat Pajak Berpeluang Besar untuk Berkembang
-
Ubah Limbah Jadi Berkah, Petani Belitung Timur Olah Pelepah Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.