Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FIFA Tingkatkan Upaya Perangi Pelecehan Daring terhadap Pemain dan Ofisial

📅 Senin, 17 Nov 2025, 09:09 WIB | Oleh:
FIFA Tingkatkan Upaya Perangi Pelecehan Daring terhadap Pemain dan Ofisial Doc: AFP
Ket. Presiden FIFA, Gianni Infantino.

PARIS – FIFA mengumumkan peningkatan langkah pemberantasan pelecehan daring yang menargetkan pemain maupun ofisial, setelah mencatat lonjakan konten berbahaya dan semakin banyak pelaku yang dilaporkan ke kepolisian.

Dalam peringatan International Day for Tolerance, FIFA menyebut layanan Social Media Protection Service (SMPS) telah menandai lebih dari 30.000 unggahan ofensif kepada platform media sosial sejak awal tahun, dari total 65.000 kasus yang diangkat sejak sistem ini diluncurkan pada 2022.

Sepanjang 2025, 11 individu dari Argentina, Brasil, Prancis, Polandia, Spanyol, Inggris, serta Amerika Serikat telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum atas tindakan pelecehan selama gelaran kompetisi FIFA, dengan satu kasus diteruskan ke Interpol. Asosiasi sepak bola nasional terkait juga telah diberi notifikasi untuk tindak lanjut di level lokal.

FIFA menegaskan juga telah memasukkan sejumlah pelaku dalam daftar hitam, yang membuat mereka dilarang membeli tiket untuk turnamen atau event FIFA di masa mendatang.

SMPS diterapkan di sejumlah kompetisi tahun ini, termasuk Piala Dunia Antarklub 32 tim perdana di Amerika Serikat. Pada turnamen tersebut, layanan ini memantau 2.401 akun aktif di lima platform, menganalisis 5,9 juta unggahan, menandai 179.517 konten untuk peninjauan, dan melaporkan 20.587 unggahan kepada platform terkait.

“Sepak bola harus menjadi ruang yang aman dan inklusif, di lapangan, di tribune, maupun di dunia maya,” ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino. “Pesan kami tegas: tidak ada tempat bagi pelecehan dalam permainan ini. Kami akan terus bekerja sama dengan anggota federasi, konfederasi, dan aparat hukum untuk memastikan para pelaku bertanggung jawab.”

SMPS mengombinasikan teknologi dan moderasi manusia untuk mendeteksi, memblokir, dan menyaring pesan bersifat rasis, diskriminatif, atau mengancam, sekaligus melindungi pengikut pemain dari paparan konten berbahaya tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.