Dorong Kedatangan Wisatawan Muslim ke Jepang, JFoodo Perkenalkan Masakan Bersertifikat Halal
Sabtu, 15 Nov 2025, 09:52 WIBJAKARTA - Saat ini, populasi Muslim dunia diperkirakan mencapai sekitar 1,9 miliar orang dan diproyeksikan akan mencapai 2,2 miliar pada tahun 2030, yang berarti satu dari empat orang di dunia adalah Muslim. Dengan latar belakang ini, pasar Halal terus berkembang secara global, dan minat terhadap makanan serta layanan Halal semakin meningkat.
Di Jakarta, Indonesia, minat terhadap masakan Jepang meningkat setiap tahun, dan jumlah restoran Jepang juga cenderung bertambah. Namun, keberadaan bahan makanan Jepang yang dapat dikonsumsi dengan aman oleh umat Muslim masih belum banyak diketahui. Selain itu, meskipun kualitas tinggi adalah kekuatan besar dari bahan makanan Jepang, promosi dan distribusi lokal untuk produk bersertifikat Halal masih belum memadai.
Saat ini jumlah wisatawan dari Indonesia yang pergi ke Jepang diperkirakan terus meningkat, setelah mencapai sekitar 517 ribu orang pada tahun 2024. Dengan data pengunjung tersebut, melalui acara ini JFoodo bekerja sama dengan media muslim dan aplikasi pencarian restoran berbasis ulasan "Halal Navi" untuk menyediakan mekanisme yang memungkinkan umat muslim memilih restoran berbahan masakan halal sehingga memberikan rasa tenang bagi mereka yang berencana bepergian ke Jepang.
Untuk menyambut wisatawan muslim, The Japan Food Product Overseas Promotion Center (JFoodo) menyelenggarakan acara "Authentic Cultural Dining" untuk pertama kalinya di Jakarta, pada hari Kamis, 13 November 2025. Acara ini bertujuan untuk menyajikan daya tarik bahan makanan Jepang yang dapat dinikmati dengan aman oleh umat Muslim saat berada di Jepang.
âMelalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan makanan Jepang dapat dinikmati secara aman oleh umat Muslim, tanpa mengurangi cita rasa dan kualitas yang menjadi ciri khas kuliner Jepang,â ujar Presiden JFoodo, Eizo Kobayashi, pada kesempatan tersebut.
Berdasarkan latar belakang tersebut, JFoodo akan menyelenggarakan acara Authentic Cultural Dining di Jakarta, Indonesia, untuk pertama kalinya. Tujuannya adalah untuk menyampaikan pemahaman tentang keragaman dan kualitas tinggi dari bahan makanan Jepang yang memperhatikan prinsip Halal, serta apresiasi terhadap keahlian (craftsmanship) di baliknya.
Saat acara, JFoodo menyajikan hidangan Jepang yang memperhatikan prinsip Halal oleh Young Owner Chef Junichi Kurisu, dari restoran Jepang tradisional Kyoto, "Honke Tankuma," yang terdaftar sebagai restoran bintang satu di "Michelin Guide Kyoto/Osaka 2024" dan telah memperoleh sertifikasi restoran ramah Muslim dari Dewan Halal Kyoto sebagai restoran yang menyajikan menu Halal.
Selain itu, Reiyan Trisandra, Corporate Executive Chef Hutan Kota by Plataran, akan menyajikan menu spesial menggunakan daging sapi Wagyu Jepang, sehingga tamu dapat merasakan sepenuhnya kenikmatan bahan makanan Jepang.
Selain itu, jumlah pengunjung dari Indonesia ke Jepang diperkirakan terus meningkat, setelah mencapai sekitar 517 ribu orang pada tahun 2024. Dengan data pengunjung tersebut, melalui acara ini JFoodo bekerja sama dengan media muslim dan aplikasi pencarian restoran berbasis ulasan "Halal Navi" untuk menyediakan mekanisme yang memungkinkan umat muslim memilih restoran berbahan masakan halal sehingga memberikan rasa tenang bagi mereka yang berencana bepergian ke Jepang.
Authentic Cultural Dining menyajikan lima menu yang semuanya prosesnya telah mendapatkan sertifikasi halal. Menu ini diracik oleh Junichi Kurisu, Young Owner Chef dari restoran bintang satu Michelin di Kyoto, Honke Tankuma, yang telah mengantongi sertifikasi restoran ramah Muslim dari Dewan Halal Kyoto.
Kurisu membawa filosofi Kyo-ryori (masakan Kyoto) yang berakar pada ketelitian dan rasa dasar umami. Oleh karenanya ia didapuk untuk menyampaikan pandangannya mengenai penyajian masakan Jepang halal di Indonesia.
âMenyajikan masakan Jepang dengan pendekatan halal di Jakarta adalah pengalaman berharga bagi saya. Ini kesempatan untuk memperlihatkan bahwa tradisi kuliner Jepang tetap bisa dinikmati tanpa meninggalkan prinsip kehalalan,â paparnya.
Pertama Otsukuri yang berbentuk Sashimi atau makanan laut dengan kesegaran prima yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin, parutan jahe, gari acar jahe, dan wasabi.
Hidangan laut mentah dari Jepang ini tetap lezat di luar negeri berkat kontrol kebersihan yang ketat dan metode pembekuan cepat canggih yang dikembangkan untuk distribusi internasional. Dengan sistem ini, sashimi Jepang tetap segar dan aman untuk dinikmati.
Wanmono merupakan semacam sup khas Jepang. Dengan kuah yang bening menu ini dibuat dari dashi. Rasi umaminya berasal dari kombinasi asam glutamat dalam kelp dengan asam inosinat dalam bonito tanpa menggunakan garam sama sekali. Penikmat mendapatkan rasa yang kaya tanpa menambahkan minyak atau garam ringan namun sangat memuaskan.
Sedangkan Yakimono berupa hidangan panggang atau grilled dish yang bahan hidangan daging wagyu. Daingini ini dikenal karena marbling yang halus, tekstur lumer di mulut dari lemak bertitik leleh rendah, dan keseimbangan sempurna antara daging tanpa lemak dan lemak. Kualitas ini dicapai melalui kontrol kualitas yang ketat dan menyeluruh mulai dari pemberian pakan hingga pemilahan di bawah standar Jepang yang unik dan ketat.
Menu berikutnya adalah Gohan atau nasi. Bahannya dari beras khas Jepang memiliki bulir yang padat, tekstur yang sedikit lengket, dan rasa manis alami. Disajikan dalam bentuk sushi, sebuah yang merupakan budaya fermentasi nasi dan cuka yang menjadi ikon kuliner Jepang dan dicintai di seluruh dunia
Sementara Mizumono berupa menu dessert. Bahannya berupa apel yang digunakan untuk hidangan penutup memiliki rasa manis, aroma, dan tekstur renyah ditambah lagi penampilannya yang cantik. Kualitas ini berasal dari budidaya yang cermat (mulai dari persiapan lahan hingga pemangkasan) serta teknik penyortiran dan penyimpanan yang cermat.
- Makanan Jepang
- sertifikat halal
- makanan halal
- Wanmono
- Authentic Cultural Dining
- The Japan Food Product Overseas Promotion Center (JFoodo)
- wisatawan muslim
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.