Reformasi Polri Harus Dorong Polisi Profesional dan Humanis
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 16:47 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian menjadi momentum untuk menghadirkan institusi Polri yang profesional, jujur, humanis, dan dicintai rakyat.
Menurut dia, keberhasilan Reformasi Polri akan berdampak langsung pada rasa keadilan yang dirasakan masyarakat serta kualitas demokrasi di Indonesia.
"Reformasi kepolisian itu agenda strategis bangsa ini karena terkait dengan keadilan, keamanan publik, dan demokrasi," kata Nasir dalam forum diskusi di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (13/11).
Dia pun menyebut, profesionalisme polisi menjadi kunci utama dalam mewujudkan keadilan dan keamanan. Ia menekankan pentingnya penyidikan dan penyelidikan yang berbasis ilmu pengetahuan serta dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Profesional artinya bekerja dengan ilmu dan metode yang saintifik. Penyelidikan harus bermutu, objektif, dan transparan,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengapresiasi berbagai slogan dan visi yang pernah diusung pimpinan Polri sebelumnya, mulai dari Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya) hingga Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Namun, menurut dia, slogan semata tidak cukup tanpa perubahan nyata di lapangan.
“Yang dibutuhkan adalah konsistensi. Reformasi bukan soal semboyan, tapi soal praktik nyata yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga mengingatkan bahwa keamanan publik tidak hanya menyangkut stabilitas sosial, tetapi juga berhubungan dengan iklim investasi.
Investor, katanya, membutuhkan jaminan situasi yang aman dan kondusif.
“Keamanan itu mahal. Tapi justru karena mahal, negara wajib memastikan kondisi aman agar investasi dan kehidupan masyarakat berjalan baik,” katanya.
Dia juga menyoroti pentingnya pembinaan dan penghargaan dalam tubuh Polri, agar reformasi tidak berhenti di tataran struktural. Evaluasi yang dilakukan pun harus menyentuh dari hulu ke hilir, mulai dari pembinaan, pengawasan, dan penghargaan kepada anggota yang berintegritas.
Untuk itu, dia berharap Komite Percepatan Reformasi Kepolisian dapat bekerja transparan dan menyampaikan agendanya secara terbuka kepada publik.
Dengan sistem yang jelas dan kepemimpinan yang visioner, menurut dia, Polri dapat menjadi institusi yang benar-benar menjalankan amanat konstitusi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!