Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Tunda Kesepakatan Damai dengan Kamboja

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 02:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand Tunda Kesepakatan Damai dengan Kamboja Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Tumpukan ranjau diamankan tentara Thailand dari wilayah sengketa di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Agustus lalu. Pemerintah Thailand pada Senin (10/11) mengumumkan pihaknya menangguhkan pelaksanaan perjanjian damai dengan Kamboja menyusul terjadinya ledakan ranjau darat melukai dua tentara Thailand di dekat perbatasan.

BANGKOK - Thailand pada Senin (10/11) mengumumkan pihaknya menangguhkan pelaksanaan perjanjian damai dengan negara tetangga Kamboja setelah ledakan ranjau darat melukai dua tentara Thailand di dekat perbatasan.

Kesepakatan itu, yang diawasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dimaksudkan untuk memastikan berakhirnya permusuhan secara permanen setelah bentrokan perbatasan pada Juli lalu menewaskan sedikitnya 43 orang dan menyebabkan lebih dari 300.000 warga sipil di kedua sisi mengungsi.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ledakan ranjau di Provinsi Sisaket menyebabkan seorang tentara mengalami cedera kaki parah, sementara tekanan dari ledakan tersebut menyebabkan tentara lain menderita nyeri dada.

Juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, mengatakan bahwa Bangkok akan menghentikan tindak lanjut deklarasi bersama perjanjian dengan Kamboja yang ditandatangani di Kuala Lumpur pada akhir Oktober lalu, beberapa bulan setelah kedua pihak menyetujui gencatan senjata.

Langkah selanjutnya yang direncanakan sebagai bagian dari implementasi perjanjian termasuk pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan di Thailand.

“Tindak lanjut deklarasi bersama yang telah kita lakukan selama sekitar sepekan akan dihentikan, termasuk pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan,” kata Siripong.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihaknya berpikir ancaman keamanan telah mereda, tetapi kenyataannya tidak berkurang.

"Semua yang telah kami lakukan hingga saat ini akan dihentikan sampai ada kejelasan lebih lanjut. Apa yang terjadi menunjukkan bahwa permusuhan belum mereda seperti yang kami perkirakan. Jadi, kami tidak bisa melanjutkan (implementasi perjanjian) lebih jauh," ucap PM Anutin.

Pihak berwenang Kamboja tidak langsung mengomentari insiden tersebut, tetapi sebelumnya membantah tuduhan Thailand tentang penanaman ranjau darat baru di sepanjang perbatasan.

Kementerian Pertahanan Kamboja dalam sebuah pernyataan pada Senin menjanjikan komitmen teguh terhadap perdamaian.

Ledakan ranjau pada Senin adalah ledakan ketujuh dalam empat bulan, menyusul gelombang ledakan pada bulan Juli yang memicu bentrokan perbatasan paling mematikan dalam beberapa tahun.

Sulit Dikompromikan

Kedua negara tetangga di Asia tenggara itu telah berselisih mengenai sebagian perbatasan mereka sejak lebih dari satu abad yang lalu, tetapi pertempuran di bulan Juli dipicu oleh klaim Thailand bahwa Kamboja menanam ranjau darat yang melukai pasukannya.

Thailand dan Kamboja menyepakati gencatan senjata awal pada akhir Juli setelah intervensi oleh Trump, serta diplomat Tiongkok dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang memimpin blok Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Pelatihan fotografi produk UMKM

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pelatihan fotografi produk ...

Festival Olahraga Rakyat Jakarta 2026

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Festival Olahraga Rakyat Ja...
Ekonomi
Banpres rehabilitasi usaha ...
Daerah
Ritual fangsheng komunitas ...
Daerah
Target ekspor industri mebe...

Final Kejurnas GTX Motocross 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Final Kejurnas GTX Motocros...
Daerah
Disbudpar: Pemkab Siapkan R...
Megapolitan
Polisi Tangkap Pria DA, Did...
Megapolitan
Pria 42 Tahun Diduga Curi M...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.