IHSG Hari Ini Tersandung Aksi Profit Taking, Investor Pilih Amankan Cuan

Selasa, 11 Nov 2025, 17:25 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah akibat meningkatnya aksi profit taking di kalangan investor setelah reli penguatan dalam beberapa hari terakhir.

Pelemahan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang memilih merealisasikan keuntungan di tengah minimnya sentimen positif baru dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global.

Ket. Foto: Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Meskipun tekanan jual bersifat temporer, pergerakan IHSG menunjukkan bahwa pasar mulai melakukan penyesuaian valuasi dan mencari titik keseimbangan baru.

Dalam jangka pendek, volatilitas masih berpotensi berlanjut, terutama jika data ekonomi eksternal dan domestik belum mampu memberikan katalis penguatan yang berarti.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/11) sore ditutup melemah 24,73 atau 0,29 persen ke posisi 8.366,51 seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) investor di pasar saham Indonesia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,18 poin atau 0,26 persen ke posisi 842,69.

“Koreksi indeks antara lain didorong oleh profit taking karena kondisi IHSG yang overbought,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, penjualan ritel domestik tumbuh 3,7 persen year on year (yoy) pada September 2025, atau meningkat dari 3,5 persen (yoy) pada Agustus 2025, merupakan pertumbuhan positif yang terjadi selama enam bulan berturut-turut.

Di sisi lain, penjualan mobil turun 4,4 persen (yoy) menjadi 74,019 unit pada Oktober 2025 dari penurunan 15,1 persen (yoy) pada September 2025.

Meskipun penjualan mobil menurun selama enam bulan berturut-turut, namun laju penurunannya mulai melambat, serta volume penjualannya merupakan level tertinggi sejak Desember 2024.

Selama periode Januari- Oktober 2025, penjualan mobil turun 10,6 persen year to date (ytd) menjadi 635,844 unit.

Dari mancanegara, Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor sebesar 39 persen atas produk Swiss yang masuk AS.

Dari kawasan Eropa, Jerman akan merilis data Wholesale Prices bulan Oktober 2025 yang diperkirakan sebesar 0,3 persen month to month (mtm) dan 1,1 persen (yoy) dari sebelumnya 0,2 persen (mtm) dan 1,2 persen (yoy) pada September 2025.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,68 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,48 persen dan 1,29 persen.

Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,22 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor barang baku yang masing-masing turun 0,75 persen dan 0,61 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DART, KOBX, BUMI, MORA, dan PJHB. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TALF, CHEM, SPRE, NRCA, dan NAYZ.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.129.597 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 71,06 miliar lembar saham senilai Rp27,59 triliun. Sebanyak 290 saham naik, 378 saham menurun, dan 147 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 68,24 poin atau 0,13 persen ke 50.980,00, indeks Hang Seng menguat 47,35 poin atau 0,18 persen ke 26.696,41, indeks Shanghai melemah 15,84 poin atau 0,39 persen ke 4.002,76, dan indeks Strait Times menguat 54,07 poin atau 1,20 persen ke 4.542,20.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.