Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diminati 1.000 Santri, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Siapkan Santri Terjun ke Dunia Kerja

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 14:50 WIB | Oleh:
Diminati 1.000 Santri, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Siapkan Santri Terjun ke Dunia Kerja Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Menurut pendiri Al Yasmin Helmy M. Noor, pesantren juga akan mengajarkan soal enterpreneur dengan jumlah santri kursus singkat enterpreneur digital sebanyak 1.000 orang dan santri tetap yang mondok berjumlah 36 orang.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah meresmikan Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Senin (10/11) malam. Seperti namanya, pesantren ini siap mencetak santri-santri yang tak hanya menguasai ilmu agama, melainkan juga dibekali sembilan budang kompetensi di antaranya content creator dan public speaking sehingga bisa diterapkan di dunia kerja.

Pendiri Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M. Noor mengatakan, dengan begitu para santri akan mendapat dua ijazah dari ilmu agama dan ilmu terapan dunia kerja. 

"Tujuan didirikan pesantren ini agar santri ketika lulus punya pandangan apa yang dilakukan setelahnya. Sehingga mereka menguasai ilmu ngaji, aspek digital dan sudah punya skill untuk bersaing, mereka mendapa tijazah pondok dan ijazah kompetensi."

"Kalau biasanya santri baca kitab, sekarang bagaimana ada kolaborasi juga menggunakan laptop. Artinya, laptop ini simbol IT, simbol teknologi," terang Helmy

Dia melanjutkan, kitab dan teknologi bisa berseiring saling melengkapi, tidak sebaliknya.

"Jadi kalau orang belajar lewat kitab sekarang ditambahi lewat laptop. Untuk kepentingan apa? Kepemtingan penguasaan digitalnya. "Ini yang akan dikembangkan di sini," tuturnya.

Menurut Helmy, Al Yasmin juga akan mengajarkan soal enterpreneur. Sehingga begitu keluar dari pesantren ini sudah mempunyai bekal, sudah punya pandangan apa yang akan dilakukan atau dikerjakan.

"Sehingga selain ngaji, mereka juga menguasai aspek digital dan punya skill untuk bisa bersaing di luar, siap kerja juga," katanya.

Karena itu, selain ijazah pondok, lulusan Pesantren Digipreneur Al Yasmin juga akan mengantongi ijazah kompetensi. Sedang lama pendidikan di pesantren ini berlangsung setahun. 

Untuk santrinya sendiri, Helmy menjelaskan ada dua pilihan yang ditawarkan Pesantren Digipreneur Al Yasmin, yaitu santri bisa pulang setiap selesai berkegiatan di pesantren dan kedua mondok.

"Kalau santri yang short course satu dua hari. Kalau yang mondok ya satu tahun. Mereka belajar soal konten kreator, public speaking, dan video," ungkapnya.

Saat ini, kata Helmy, jumlah santri yang hendak belajar ilmu agama dan Interpreneur digital di Al Yasmin sebanyak 1.000 orang yang short course. Sedang yang mondok berjumlah 36 santri.

Peresmian Pesantren Digipreneur Al Yasmin pada Senin malam kemarin juga ada pencatatan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pesantren Digipreneur Al Yasmin dianugerahi rekor MURI untuk kategori "Peresmian Lembaga Pendidikan Agama Dengan Pertunjukan Drone Konfirmasi Terbanyak". 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.