Ukraina: Lebih dari 1.400 Warga Afrika Direkrut Russia

Senin, 10 Nov 2025, 02:20 WIB

KYIV - Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengatakan lebih dari 1.400 orang asal Afrika bertempur bersama pasukan Russia dalam invasi Russia ke Ukraina.

Menlu Sybiha mengunggah di media sosial pada Jumat (7/11) bahwa setidaknya 1.436 warga negara dari 36 negara Afrika saat ini sedang bertempur dalam barisan tentara invasi Russia, tetapi jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi.

Ket. Foto: Andrii Sybiha — Sumber: AFP/Wojtek RADWANSKI

“Russia merekrut warga negara Afrika menggunakan metode seperti menawarkan uang dan menipu mereka agar menandatangani kontrak,” ucap Menlu Sybiha seraya menambahkan bahwa kebanyakan tentara bayaran tersebut tidak bertahan lebih dari sebulan.

Menlu Sybiha mendesak seluruh pemerintah Afrika untuk memperingatkan warganya agar tidak bergabung dengan pasukan invasi Russia. Ia mengatakan bahwa berperang untuk Russia melawan Ukraina adalah tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional.

Ia menyerukan agar warga Afrika yang dikerahkan di garis depan mencari peluang apa pun untuk membelot dan menjadi tawanan perang. Ia mengatakan bahwa Ukraina memperlakukan tawanan perang sesuai dengan semua standar hukum humaniter internasional.

Presiden Kenya, William Ruto, mengatakan di media sosial pada Kamis (6/11) bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, melalui telepon dan memintanya untuk memfasilitasi pembebasan warga Kenya yang berada dalam tahanan Ukraina.

Sejumlah media sebelumnya mengutip pernyataan pemerintah Afrika Selatan pada Kamis bahwa pihaknya telah menerima panggilan darurat dari 17 warga negara yang bertempur di pihak Russia. Media tersebut mengatakan pemerintah Afrika Selatan akan menyelidiki keadaan yang menyebabkan warga negaranya bergabung dalam pertempuran itu. SB/NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.