- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur Pramono Lobi Menk...
Gubernur Pramono Lobi Menko Perekonomian Airlangga: Dua Proyek Besar DKI Didorong Jadi PSN
Senin, 10 Nov 2025, 14:30 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengajukan dua proyek besar untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan usulan tersebut langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta Pusat, Senin (10/11).
Pramono menjelaskan, proyek yang diusulkan meliputi revitalisasi kawasan Kota Tua dan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di lahan Sumber Waras, Jakarta Barat. Langkah ini dilakukan agar kedua proyek strategis tersebut dapat berjalan cepat dan efisien melalui dukungan pemerintah pusat.
"Hari ini kami bertemu dengan Menko Perekonomian untuk membahas dua hal, yaitu pengembangan kawasan Kota Tua dan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di lahan Sumber Waras. Keduanya kami usulkan menjadi PSN agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien," kata Pramono.
Ia menegaskan, proyek revitalisasi Kota Tua akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, Danantara, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kolaborasi lintas lembaga ini dianggap penting karena kawasan Kota Tua juga memiliki sejumlah aset yang dimiliki pemerintah pusat.
"Di kawasan Kota Tua, ada sejumlah aset yang dimiliki pemerintah pusat melalui BUMN. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antara Danantara dan Pemprov DKI akan sangat signifikan untuk memastikan revitalisasi berjalan dengan optimal," ujarnya.
Pramono menyebut, Pemprov DKI akan memulai pekerjaan infrastruktur dasar pada tahun 2026. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan pedestrian, jalan, serta normalisasi sungai agar kawasan Kota Tua semakin tertata dan ramah wisatawan.
Sedangkan aset yang berada di bawah pengelolaan Danantara juga akan diperbaiki oleh pemerintah pusat. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses revitalisasi agar Kota Tua menjadi kawasan bersejarah yang lebih hidup dan modern.
Selain itu, Pemprov DKI juga tengah mempercepat pembangunan transportasi publik MRT Fase 2 dari Bundaran HI menuju Kota Tua. Proyek ini dikerjakan oleh PT MRT Jakarta dan ditargetkan rampung pada tahun 2029 agar kawasan tersebut terkoneksi dengan sistem transportasi publik modern.
"Sampai dengan tahun 2027, pembangunan MRT sudah dilakukan di bawah tanah, tidak ada lagi di permukaan. Sehingga, diharapkan renovasi ataupun penyempurnaan kawasan Kota Tua dapat dilakukan tahun 2027. Dan tahun 2029, MRT sudah tersambung ke Kota Tua dan menjadi kawasan TOD," terang Pramono.
Selain fokus pada revitalisasi kawasan Kota Tua, Pemprov DKI juga menyiapkan pembangunan rumah sakit internasional di lahan Sumber Waras. Lahan seluas 3,6 hektare itu telah mendapatkan clearance dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Kami ingin membangun rumah sakit tipe A yang bertaraf internasional. Dengan luas area dan lokasi yang strategis, kami ingin rumah sakit ini menjadi rujukan utama di Indonesia yang berkaitan dengan penyakit jantung, kanker, dan penyakit khusus lainnya," ungkapnya.
Menurut Pramono, jika proyek rumah sakit ini disetujui menjadi PSN, maka proses perizinan dan pendanaan akan lebih mudah dilakukan. Hal tersebut juga memungkinkan percepatan pembangunan karena adanya koordinasi lintas lembaga yang lebih efisien.
Ia menambahkan, Pemprov DKI telah menyampaikan proposal resmi kepada Kementerian Koordinator Perekonomian untuk dikaji lebih lanjut. Gubernur Pramono optimistis bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh terhadap kedua proyek tersebut.
"Spirit usulan ini untuk kepentingan bersama. Saya yakin pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh. Kami akan segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan untuk pembangunan Kota Tua dan rumah sakit di Sumber Waras," tegasnya.
Dua proyek ini dinilai memiliki dampak besar terhadap pengembangan Jakarta sebagai kota global pasca-pemindahan ibu kota negara ke Nusantara. Revitalisasi Kota Tua akan memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sementara pembangunan rumah sakit bertaraf internasional akan meningkatkan layanan kesehatan bagi warga ibu kota.
Pertemuan antara Pramono Anung dan Airlangga Hartarto juga menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov DKI siap mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Langkah ini sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat pertumbuhan Jakarta sebagai pusat bisnis dan kebudayaan modern.
- Airlangga Hartarto
- Kota Tua
- Menko Perekonomian
- Kawasan Kota Tua
- Revitalisasi
- kota tua jakarta
- RS Sumber Waras
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
PKL di Kota Tua Jakarta
-
Halal Bihalal Jakarta 2026
-
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Ringan pada Kamis
-
Libur Lebaran, Atraksi Budaya di Pariaman Jadi Daya Tarik
-
Samsat Bekasi Beri Hadiah Warga yang Taat Bayar Pajak
-
Catat Tanggalnya, Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 18 Maret 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.