Muhammadiyah Desak Penghentian Politik Kekerasan dalam Konflik Gaza

Selasa, 19 Mei 2026, 17:15 WIB

YOGYAKARTA - Muhammadiyah menyatakan keprihatinan dan mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, termasuk dugaan penculikan terhadap jurnalis yang terjadi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. Organisasi tersebut menilai pendekatan dengan kekuatan dan kekerasan tidak akan menghasilkan penyelesaian yang adil bagi semua pihak.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sikap tersebut di Yogyakarta, Selasa (19/5). Menurutnya, penggunaan politik kekerasan hanya akan memperburuk situasi dan menimbulkan kerugian yang lebih luas.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

"Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi menggunakan kekerasan atau politik kekerasan," kata Haedar.

Ia menilai peristiwa penangkapan tiga jurnalis dan aktivis Indonesia oleh Angkatan Laut Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza menjadi contoh nyata bagaimana tindakan represif dapat berdampak pada pihak yang tidak memiliki kepentingan politik.

“Mereka kan tidak punya kepentingan politik apa pun,” katanya.

Haedar berharap Israel tidak bertindak secara berlebihan dalam menyikapi persoalan di Palestina, termasuk melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap warga Gaza maupun pihak-pihak yang terlibat dalam misi perdamaian dan kemanusiaan.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya keterlibatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam merespons situasi tersebut.

“PBB harus bertindak kalau menurut saya,” kata Haedar.

Menurutnya, masyarakat dunia saat ini menghadapi tantangan besar berupa konflik dan peperangan yang masih menjadi pilihan sebagian negara dengan kekuatan besar. Kondisi tersebut dinilai memperlihatkan memudarnya nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya menjadi dasar kehidupan modern.

“Bahkan menjadi lorong buntu kemodernan, karena setelah Perang Dunia I dan II mestinya kita tidak boleh lagi ada perang,” katanya.

Ia menambahkan, PBB sebagai wadah persatuan bangsa-bangsa di dunia semestinya menjadi motor utama dalam mendorong perdamaian global serta mencegah konflik yang berpotensi memicu krisis lebih luas.

Haedar juga berharap negara-negara di dunia terus menyuarakan penghentian perang meski diakuinya hal tersebut bukan perkara mudah.

“Susah menghentikan (perang) karena pelakunya adalah yang punya dominasi di PBB, punya hak veto, dan menjadi negara adidaya,” kata Haedar.

Sebelumnya, militer Israel dilaporkan mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza dan membawa sejumlah aktivis, termasuk tiga jurnalis asal Indonesia yang berada dalam pelayaran tersebut.

Redaktur: Eko S

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.