- Home
-
- Luar Negeri
-
- Suriah Lancarkan Serangan ...
Suriah Lancarkan Serangan Mendadak pada ISIS
Minggu, 09 Nov 2025, 12:03 WIBDAMASKUS - Pasukan keamanan Suriah pada Sabtu (8/11) melancarkan operasi pencegahan di seluruh negeri yang menyasar sel-sel kelompok The Islamic State (ISIS), saat Presiden Ahmed al-Sharaa negara itu tiba di Amerika Serikat untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Donald Trump.
Dari The Guardian, militer melakukan 61 penggerebekan, dengan 71 orang ditangkap dan bahan peledak serta senjata disita, kata juru bicara itu kepada TV Al Ekhbariya yang dikelola pemerintah.
Penggerebekan tersebut terjadi ketika Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, tiba di Washington untuk menghadiri pertemuan yang direncanakan dengan Trump, sehari setelah Washington menghapusnya dari daftar hitam terorisme. Ia diperkirakan akan bergabung dengan koalisi anti-ISIS pimpinan AS.
Kunjungan Sharaa, yang pasukan pemberontaknya menggulingkan penguasa lama Bashar al-Assad akhir tahun lalu, adalah kunjungan pertama oleh seorang presiden Suriah sejak kemerdekaan negara itu pada tahun 1946, menurut para analis.
Pemimpin sementara bertemu Trump untuk pertama kalinya di Riyadh selama tur regional presiden AS pada bulan Mei.
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan bulan ini bahwa Sharaa âdiharapkanâ akan menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan aliansi internasional pimpinan AS melawan ISIS.
Keputusan departemen luar negeri pada hari Jumat untuk menghapus Sharaa dari daftar hitam sudah diduga secara luas.
Seorang juru bicara mengatakan pemerintah Sharaa telah memenuhi tuntutan AS, termasuk berupaya menemukan warga Amerika yang hilang dan memusnahkan senjata kimia yang tersisa.
Pada hari Kamis, Washington memimpin pemungutan suara Dewan Keamanan untuk mencabut sanksi PBB terhadapnya.
Sebelumnya berafiliasi dengan al-Qaida, kelompok Sharaa, Hayat Tahrir al-Sham, dihapus dari daftar kelompok teroris oleh Washington pada bulan Juli .
Sejak berkuasa, para pemimpin baru Suriah telah berupaya melepaskan diri dari masa lalu mereka yang penuh kekerasan dan menampilkan citra moderat yang lebih dapat ditoleransi oleh rakyat Suriah biasa dan kekuatan asing.
Sharaa diperkirakan akan mencari dana untuk Suriah, yang menghadapi tantangan signifikan dalam membangun kembali setelah 13 tahun perang saudara yang brutal. Pada bulan Oktober, Bank Dunia menetapkan "perkiraan terbaik konservatif" untuk biaya pembangunan kembali Suriah sebesar $216 miliar.
Washington sedang mempersiapkan diri untuk membangun kehadiran militer di pangkalan udara di Damaskus untuk membantu mewujudkan pakta keamanan yang ditengahi AS antara Suriah dan Israel, enam sumber yang mengetahui masalah tersebut sebelumnya mengatakan kepada Reuters.
Seorang pejabat pemerintah AS sebelumnya juga mengatakan Washington terus mengevaluasi postur yang diperlukan di Suriah untuk memerangi ISIS secara efektif.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkab Jayawijaya Ajak Warga Wamena Jaga Kebersihan Lingkungan
-
Deteksi Pemalsuan Umur Pengguna di Instagram, Meta Gunakan AI
-
Messi Selangkah Lagi Perpanjang Kontrak dengan Inter Miami
-
Arsenal Hidupkan Peluang Juara
-
Natalius Pigai: Pers Punya Peran Penting Hadirkan Keadilan di Ruang Publik
-
Outlook Fitch Negatif, HKI Desak Pemerintah Perkuat Kredibilitas Kebijakan dan Percepat Realisasi Investasi Industri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.