Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalan Trans Kieraha Buka Akses Baru, Petani Kini Punya Jalur Pangan Strategis

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jalan Trans Kieraha Buka Akses Baru, Petani Kini Punya Jalur Pangan Strategis Doc: ANTARA/ Abdul Fatah
Ket. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Sabtu (8/11/2025).

TERNATE – Konektivitas antar wilayah, terutama di kawasan Indonesia Timur, memegang peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Akses transportasi dan logistik yang terintegrasi mampu menekan biaya distribusi, memperlancar arus barang serta mobilitas manusia, dan membuka peluang investasi di daerah tertinggal.

Peningkatan konektivitas juga menjadi kunci memperkuat rantai pasok domestik serta mengurangi kesenjangan ekonomi antara kawasan barat dan timur Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menyatakan pembangunan jalan Trans Kieraha tidak hanya membuka konektivitas antar wilayah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan bagi petani dan ekonomi lokal.

"Petani di Halmahera Timur nantinya bisa menjual hasil panennya langsung ke Halmahera Tengah. Ini bagian dari strategi ketahanan pangan daerah yang berpihak pada petani dan nelayan," kata Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dihubungi, Sabtu (8/11).

Menurut Gubernur, ruas Ekor–Kobe yang dibangun Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan menjadi jalur logistik pangan utama, menghubungkan lumbung pertanian Halmahera Timur dengan kawasan industri PT Indonesia Weda Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah.

Kawasan industri IWIP saat ini mempekerjakan 80 ribuan pekerja dan membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar setiap bulan. Dengan terbukanya jalur Trans Kieraha, biaya logistik dapat ditekan dan nilai tukar petani diharapkan meningkat.

Selain itu, proyek ini telah memiliki studi kelayakan (FS) dan dokumen Amdal, yang telah diserahkan kepada TAPD dan Banggar DPRD Malut untuk pembahasan lebih lanjut.

Tahap awal pekerjaan pembukaan badan jalan telah dianggarkan Rp20 miliar dalam perubahan APBD 2025.

"Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Tujuannya hanya satu yakni memastikan setiap program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," tambah Sherly.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi berharap, dengan berfungsinya jalur Trans Kieraha, pertanian, perikanan, dan perdagangan antarwilayah bisa tumbuh beriringan.

Infrastruktur ini diharapkan menjadi jalan baru menuju kemandirian ekonomi masyarakat Trans Halmahera dan Maluku Utara secara keseluruhan.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur konektivitas menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Infrastruktur yang baik—seperti jalan, pelabuhan, bandara, dan jaringan digital—mempercepat arus barang, jasa, dan informasi antarwilayah, sekaligus menurunkan biaya logistik nasional.

Selain itu, konektivitas yang terintegrasi juga memperkuat daya saing industri, mendorong investasi, serta membuka akses ekonomi baru di daerah terpencil, menjadikannya instrumen strategis dalam memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.