Panen Raya Jagung di Jaksel, Gubernur Pramono Siap Buat Pergub Demi Urban Farming Tetap Eksis

Jumat, 07 Nov 2025, 14:45 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Panen Raya Serentak Jagung Pulut dan komoditas sayur di Kebun Berseri, Perumahan Bukit Mas, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (7/11). Kehadiran Gubernur sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis urban farming di wilayah padat penduduk.

Panen raya ini menghasilkan 1,22 ton jagung pulut, 3,6 ton sayuran, dan 579 kilogram ikan konsumsi. Angka tersebut menunjukkan tingginya potensi pemanfaatan ruang terbuka menjadi lahan produktif di perkotaan.

Ket. Foto: — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Saya minta betul jangan dirubah, tetap pertahankan. Kalau perlu dibuatkan peraturan gubernur untuk dipertahankan supaya masyarakat bisa menikmati tempat yang seperti ini di Jakarta Selatan," tuturnya.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa keberadaan kebun urban seperti ini harus diproteksi agar tidak hilang digantikan bangunan. Menurutnya, ruang hijau produktif adalah bagian penting dari pembangunan kota yang berkelanjutan.

Ia menilai, meskipun Jakarta memiliki tingkat kepadatan penduduk dan pembangunan yang sangat tinggi, masih terdapat peluang besar untuk urban farming. Dengan kolaborasi semua pihak, Pemprov DKI ingin menjadikan kebun produktif sebagai identitas positif Jakarta Selatan.

Gubernur Pramono juga mengapresiasi peran kelompok tani dan Universitas Trisakti dalam menjalankan program ini. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan akademisi dianggap sebagai kunci keberhasilan lahan produktif tersebut.

"Awalnya saya tidak yakin ada ikan di tempat ini, ternyata ikannya gemuk-gemuk banget. Saya baru nyerok saja sudah dapat dua atau tiga," pungkas Gubernur Pramono.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono mendorong semakin banyak pihak swasta terlibat melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menekankan bahwa dukungan swasta mampu memperluas program pertanian perkotaan di seluruh Jakarta.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan membawa dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang besar bagi masyarakat. Dengan partisipasi publik yang lebih luas, ruang terbuka hijau juga dipastikan terus bertambah.

"Yang seperti ini tetap harus dibangun dengan sungguh-sungguh dan baik. Karena kolaborasi yang terjadi menurut saya sangat-sangat positif," ucap Gubernur Pramono.

Pramono juga ingin panen raya ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Jakarta. Ia mencontohkan rencana penghijauan di bawah infrastruktur publik agar memiliki fungsi tambahan sebagai ruang interaksi masyarakat.

"Harapannya dengan kegiatan panen raya ini dapat menginspirasi daerah-daerah lain. Termasuk kemarin saya mendorong di Jakarta Utara, agar di bawahnya itu dihijaukan dan kemudian juga bisa bukan hanya sekadar ditanami, tapi ada tempat playground untuk anak-anak, tempat main skateboard, dan sebagainya," kata Gubernur Pramono.

Menurut Pramono, urban farming selaras dengan visi Pemerintah Provinsi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan. Keberhasilan program ini akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M. Anwar, juga menegaskan bahwa panen raya merupakan momentum penting memperkuat peran warga dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Ia mengatakan, kegiatan ini juga memiliki dampak langsung terhadap penanggulangan stunting dan peningkatan ekonomi.

"Selain memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, kegiatan ini juga bertujuan mendukung pencegahan stunting, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, dan mempererat kebersamaan antarwarga," kata Anwar.

Anwar menjelaskan bahwa program BEKEL JAGUNG (Bersama Jakarta Selatan Tanam Jagung Pulut) bekerja sama dengan Panah Merah PT East West Seed Indonesia dan Universitas Trisakti. Sebagian hasil panen dijual ke masyarakat dengan harga terjangkau dan sisanya disumbangkan.

Harga jagung pulut hanya Rp10.000 per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasar Rp20.000. Hal ini membuat panen tidak hanya bermanfaat secara lingkungan, tetapi menguntungkan bagi warga dan konsumen.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa dengan kolaborasi, pemerintah dan masyarakat mampu mewujudkan Jakarta Selatan yang mandiri, berketahanan pangan, dan berdaya saing," ujar Anwar.

Kebun Berseri di Kelurahan Bintaro berdiri sejak 2018 dengan luas lahan sekitar 1 hektare. Dulunya merupakan lahan tidur, kini berubah menjadi contoh sukses pemanfaatan ruang publik produktif berkat kerja sama kelompok tani, PPSU, PKK, Karang Taruna, dan warga.

Urban farming di lokasi tersebut dapat menjadi model pengembangan lebih luas di berbagai wilayah Ibu Kota. Pemprov DKI optimistis, program serupa akan memberikan warna baru pada kehidupan masyarakat perkotaan yang penuh tantangan modern.

Dengan komitmen kuat Gubernur Pramono yang siap menerbitkan regulasi khusus, ruang hijau produktif seperti Kebun Berseri diyakini akan tetap terjaga. Warga pun dapat terus memanen manfaat lingkungan, ekonomi, hingga gizi keluarga secara mandiri di tengah kota besar seperti Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.