Mendag Siap Lobi Washington: Negosiasi Tarif AS Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 07 Nov 2025, 19:25 WIB

JAKARTA – Negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan perdagangan dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Kesepakatan tarif yang adil dapat mendorong ekspor nasional, memperluas akses pasar, serta melindungi sektor industri domestik dari potensi hambatan dagang.

Ket. Foto: Ilustrasi - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (dua dari kanan) berjabat tangan dengan US Trade Representative (USTR)-Wakil Dagang AS Jamieson Lee Greer (kiri) di Amerika Serikat. — Sumber: ANTARA/ HO-Kemenko Perekonomian

Dalam konteks geopolitik dan ekonomi yang dinamis, pendekatan resiprokal juga mencerminkan upaya Indonesia memperjuangkan kemitraan dagang yang setara, sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan Indonesia akan kembali melanjutkan negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) pada pekan depan.

"Minggu depan ya, kan mau dijadwalkan perundingan berikutnya ya," ujar Budi Santoso di Jakarta, Jumat (7/11).

Ia mengatakan negosiasi dengan Amerika Serikat tidak dilakukan setiap hari. Menurut dia, pihak Amerika Serikat juga sedang melakukan negosiasi dengan beberapa negara lainnya.

Namun demikian, Budi belum bisa memastikan tanggal untuk negosiasi tersebut.

"Rencananya sih waktu itu, minggu depan. Tapi tadi saya kebetulan dilapor, cuma belum dikasih tanggalnya. Maksudnya negosiasinya, nggak tiap hari kan. Karena mereka terjadwal mungkin dengan banyak negara," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) masuk ke tahap finalisasi, setelah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

"Sekarang, finalisasi perjanjian dengan Amerika Serikat yang principle agreement-nya sudah disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump," ucap Airlangga pada Oktober 2025.

Saat ini, lanjut Airlangga, sedang dilakukan penyusunan dokumen hukum atau legal drafting secara intensif ihwal kesepakatan antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Ia berharap tahap tersebut bisa berlangsung cepat.

Terkait dengan komoditas yang akan dibebaskan dari tarif, Airlangga menjelaskan bahwa pada prinsipnya pembebasan tarif akan diberlakukan kepada komoditas yang bisa ditanam di Indonesia, tetapi tidak bisa ditanam di Amerika Serikat.

"Begitu juga sebaliknya. Artinya, seperti kelapa sawit, kakao, coklat, itu mereka memberikan tarif nol," tutur Airlangga.

Presiden Trump menetapkan tarif impor resiprokal untuk Indonesia sebesar 19 persen, turun dari angka yang ditetapkan pertama kali sebesar 32 persen.

Finalisasi besaran tarif 19 persen itu terjadi setelah adanya negosiasi via sambungan telepon antara Presiden AS dengan Presiden Prabowo.

  • negosiasi tarif

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.