Klub Raksasa Belanda Ajax Pecat Pelatih John Heitinga

Jumat, 07 Nov 2025, 09:18 WIB

AMSTERDAM, BELANDA — Ajax resmi memecat pelatih John Heitinga menyusul awal musim yang buruk dan performa mengecewakan di Liga Champions, klub empat kali juara Eropa itu terdampar di posisi juru kunci grup.

"Ajax sedang mencari pelatih kepala baru. Untuk sementara, Fred Grim akan mengambil alih tugas Heitinga," demikian pernyataan resmi klub pada hari Kamis (6/11) waktu setempat.

Ket. Foto: John Heitinga — Sumber: AFP

Heitinga sebenarnya baru menandatangani kontrak berdurasi dua tahun pada Mei lalu, namun gagal membawa perbaikan signifikan. Ajax memastikan kontrak tersebut akan diputus lebih awal.

Direktur teknis klub, Alex Kroes, menyebut keputusan ini sebagai langkah yang “menyakitkan”.

"Kami tahu butuh waktu bagi pelatih baru untuk bekerja dengan skuad yang mengalami banyak perubahan," kata Kroes. "Kami sudah memberikan waktu tersebut kepada John, namun kami percaya saat ini yang terbaik bagi klub adalah menunjuk figur lain untuk memimpin tim."

Kroes bahkan sempat menawarkan pengunduran diri, namun dewan klub memintanya tetap bertahan demi menjaga stabilitas internal. Ia terikat kontrak hingga akhir musim.

Keputusan pemecatan ini dipicu oleh hasil buruk beruntun di Liga Champions. Pada laga terakhir, Ajax menyerah 0-3 di kandang sendiri dari Galatasaray, menyusul kekalahan telak 1-5 dari Chelsea. Mereka juga sebelumnya kalah 0-4 dari Marseille dan 0-2 dari Inter Milan. Secara keseluruhan, Ajax belum meraih satu poin pun, hanya mencetak satu gol, dan kebobolan 14 kali di kompetisi tersebut.

Di Eredivisie, Ajax berada di peringkat keempat, tertinggal delapan poin dari duo pemuncak Feyenoord dan PSV Eindhoven. Suporter mulai kehilangan kepercayaan pada Heitinga, termasuk terdengar ejekan saat laga tandang di Stamford Bridge.

Namun, Asosiasi Suporter Ajax menyatakan kesedihan atas kepergian figur yang dianggap sebagai “bagian dari keluarga klub”.

"Yang kami inginkan hanyalah Ajax yang kembali sukses... Saling menjauhkan diri bukanlah jalan ke sana," tulis asosiasi dalam blog resminya.

Krisis yang dialami Ajax kini menjadi akumulasi dari musim sebelumnya yang juga penuh kegagalan. Dengan lima pertandingan tersisa musim lalu, Ajax unggul sembilan poin dan nyaris tak terkejar, namun akhirnya membiarkan PSV menyalip dan merebut gelar. Musim sebelum itu, Ajax mencatat start terburuk dalam sejarah klub, bahkan sempat menjadi juru kunci liga.

Heitinga dikenal sebagai mantan bek tengah yang pernah membela Atletico Madrid, Everton, dan Fulham, sebelum mengakhiri karier di Ajax pada 2016. Ia tampil 87 kali untuk tim nasional Belanda, namun turut dikenang karena kartu merah pada final Piala Dunia 2010 melawan Spanyol.

Asosiasi suporter menyadari Ajax telah kehilangan tempatnya di puncak sepak bola Eropa. "Kapal itu telah lama berlayar, betapapun kami berharap bisa kembali ke sana," tulis mereka.

"Namun Ajax tetap harus berada di jajaran tim papan atas Belanda, bersaing memperebutkan gelar setiap musim, dan idealnya, memenangkannya."

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.