Kaltim Siap Jadi Destinasi Ekowisata Dunia! Tiga Kawasan Unggulan Mulai Dibangun

Kamis, 06 Nov 2025, 18:24 WIB

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memetakan tiga Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi sebagai fondasi pengembangan ekowisata berkelanjutan. Langkah ini menegaskan ambisi Kaltim untuk menjadi destinasi ekowisata kelas dunia yang sejalan dengan visi IKN dan pembangunan pariwisata berbasis lingkungan.

"Kaltim memiliki potensi ekowisata yang besar, sejalan dengan visi pembangunan kepariwisataan daerah yang berdaya saing, menyejahterakan masyarakat, dan berkelanjutan," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi di Samarinda, Kamis.

Ket. Foto: Wahana snorkeling di Desa Wisata Malahing, Bontang, Kalimantan Timur. — Sumber: ANTARA/Ahmad Rifandi.

Konsep ekowisata yang diusung menggabungkan antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal dan pengalaman wisata yang mendidik.

Visi jangka panjang pemerintah adalah menjadikan Kaltim sebagai destinasi ekowisata berkelas dunia yang mampu bersaing di tingkat global.

Pengembangan ini juga selaras dengan visi IKN sebagai destinasi pariwisata yang mengedepankan nilai utama di ekowisata dan kesehatan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya membagi wilayah pengembangan menjadi tiga jenis kawasan. Kawasan tersebut adalah Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP), Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi (KPPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP).

Terdapat tiga KSPP utama yang menjadi fokus pengembangan berdasarkan potensi uniknya. KSPP 1 mencakup kawasan Derawan-Biduk-Biduk dan sekitarnya yang ditetapkan dengan tema primer ekowisata bahari.

Destinasi unggulan di KSPP 1 meliputi Kepulauan Derawan, termasuk Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki.

Selanjutnya, KSPP 2 difokuskan pada kawasan Sangkulirang-Mangkalihat dengan tema utama ekowisata karst.

Daya tarik wisata unggulan di zona ini adalah pegunungan dan gua karst yang tersebar di Sangkulirang dan Mangkalihat.

Sementara itu, KSPP 3 meliputi Samarinda-Tenggarong-Tanjung Isuy yang mengandalkan tema wisata budaya. Kawasan ini memiliki destinasi unggulan seperti Desa Wisata Pela, Desa Budaya Pampang, dan Kompleks Kesultanan Kutai Kartanegara.

Ririn menekankan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan ini. Dukungan tersebut diwujudkan melalui strategi peningkatan 4A, yakni Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi dan Ancillary Services.

Pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Aspek konservasi alam dan keanekaragaman hayati menjadi perhatian utama agar keaslian lingkungan, flora, dan fauna tetap terjaga.

"Pemberdayaan masyarakat lokal juga menjadi inti strategi, salah satunya melalui pelibatan aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tingkat desa," demikian Ririn.

  • kaltim
  • kalimantan timur
  • pemprov kaltim
  • destinasi ekowisata dunia
  • kawasan unggulan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Pemkot Jakarta Barat Usulkan 1.350 Rumah Tak Layak Huni untuk Program Bedah Rumah

Penelitian IPB: Program Cetak Sawah Rakyat di Papua Berhasil Lewat Partisipasi Warga

5.000 Warga Meriahkan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Bekasi

Antonelli Kecewa Usai Gagal Finis di GP Barcelona, Mercedes Soroti Masalah Reliabilitas

Polda NTT Gagalkan Penyelundupan 750 Liter Minyak Tanah Subsidi ke Rote Ndao

Iran vs Selandia Baru: Adu Disiplin Pertahanan dan Efektivitas Serangan di Grup G Piala Dunia 2026

Vekic Akhiri Puasa Gelar Tiga Tahun, Taklukkan Raducanu di Final Queen’s Club

Mantan Rektor Unsrat Ellen Kumaat Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Gedung Fakultas

Belgia vs Mesir: Duel Generasi Emas dan Ambisi Kebangkitan di Grup G Piala Dunia 2026

Angkatan Laut AS Membentuk Skuadron Garis Depan Kapal Selam Serang Nuklir untuk Hadapi Tiongkok

Arab Saudi vs Uruguay: Pertarungan Taktik, Penguasaan Lini Tengah, dan Peluang Lolos dari Grup H

Real Madrid Resmi Datangkan Marc Cucurella dari Chelsea dengan Nilai Transfer 1 Triliun Rupiah

Akhirnya Warga Swiss Menolak Usulan Pembatasan Populasi 10 Juta Jiwa

Profesor ITS Kembangkan Limbah Aluminium sebagai Sumber Energi

Insiden 'Bungge Jumping' di Brasil yang Viral, Wanita 21 Tahun Tewas setelah Dilempar ke Jurang 40 Meter Tanpa Tali Pengaman

Benarkah Kesepakatan Damai AS-Iran Telah Final, Apa yang Kita Ketahui Dari yang Tersisa?

Ketua DPRD Bogor Ajak Teladani Pangdam Siliwangi Kosasih, Dari Marbot Masjid Kini Jadi Jenderal.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.