Kaltim Matangkan Pembangunan Museum Budaya Kalimantan
Selasa, 28 Jul 2026, 03:27 WIBSAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mematangkan rencana pembangunan Museum Budaya Kalimantan sebagai upaya nyata membentengi dan melestarikan identitas kultural lokal di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim Fitriansyah menjelaskan proyek tersebut berjalan melalui sinergi erat dengan Kemenko PMK dan Kementerian Kebudayaan.
Ia menekankan penyusunan konsep fundamental museum harus matang sebelum melangkah ke pembangunan fisik. âSebelum membangun fisik, yang paling penting adalah menentukan konsepnya karena itulah yang akan menjadi roh museum. Kita harus membangun museum yang memiliki karakter kuat dengan memadukan teknologi digital, multimedia, dan koleksi artefak otentik,â ujarnya dalam rapat pembahasan pembangunan museum di Kantor Gubernur Kaltim, beberapa hari lalu.
Ia menjelaskan Kaltim bisa belajar dari berbagai museum dunia yang sukses mengawinkan teknologi modern dengan kekayaan sejarah.
Museum ini nantinya diproyeksikan menjadi etalase kebudayaan akbar bagi seluruh wilayah Kalimantan, dengan fokus utama pada studi etnografi suku-suku asli Borneo.
Kepala Bagian Non-Pelayanan Dasar Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim Mispoyo menjelaskan kehadiran museum ini memegang peran penting dalam lini waktu pembangunan daerah.
Selain mendongkrak Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kaltim, museum ini akan menjadi benteng pelestarian warisan leluhur di tengah masif arus modernisasi dan pembangunan IKN.
Salah satu opsi lokasi yang mengemuka dan mendapat dukungan kuat dari Kementerian Kebudayaan adalah pemanfaatan terminal lama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan. Langkah ini dinilai strategi cerdas untuk mengoptimalkan aset negara yang menganggur (idle) menjadi ruang publik bernilai edukasi tinggi.
Sesuai dengan prioritas pemajuan kebudayaan daerah, museum ini dirancang dengan konsep komprehensif. Ruang pameran nantinya tidak hanya terbatas pada benda-benda sejarah, melainkan juga mengangkat tiga aspek utama gastronomi atau mengulik kekayaan kuliner tradisional dan ketahanan pangan lokal.
Aspek ekologi dan biodiversitas dengan menampilkan replika serta edukasi kekayaan alam dan keanekaragaman hayati hutan tropis Kalimantan. Selanjutnya aspek ekspresi budaya atau menjadi panggung hidup bagi seni pertunjukan, hukum adat, sastra lisan, dan identitas visual ÂKalimantan. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPBD Lebak Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, 90 Desa Terdampak
-
Kebijakan Baru Keren, Pemkot Medan Perkuat Layanan Publik Melalui Media Sosial
-
Ada Lonjakan Tinggi, BPS: Kunjungan Wisman ke NTT Capai 29.152 Orang pada Juni 2026
-
Airlangga Naikkan Target KUR, Kredit UMKM Rp2.000 Triliun Dipertaruhkan
-
Samsung Hadirkan Ponsel Lipat Galaxy Foldable Terbaru
-
Perkuat Pendidikan Usia Dini demi Lulusan Berkualitas
-
Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.