Belum Ditahan Meski Sudah Setahun Jadi Tersangka, MAKI Tagih Komitmen KPK di Kasus CSR BI-OJK

Selasa, 28 Jul 2026, 02:01 WIB

Jakarta – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Satori dan Heri Gunawan.

Desakan itu disampaikan menjelang genap satu tahun sejak KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 7 Agustus 2025.

Ket. Foto: Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. — Sumber: Antara

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai KPK perlu menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum dengan segera melakukan penahanan terhadap kedua tersangka.

"Kami tunggu aksi KPK menahan Satori dan Heri Gunawan," kata Boyamin dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Boyamin, hingga kini belum dilakukannya penahanan terhadap kedua tersangka menimbulkan ketidakpastian hukum.

"Tersangkanya belum ditahan sampai sekarang. Jadinya, tidak ada kepastian hukum," ujarnya.

Kasus yang tengah disidik KPK berkaitan dengan dugaan korupsi penyaluran dana program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) atau Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) serta program terkait OJK pada periode 2020–2023.

Penyidikan perkara tersebut bermula dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta pengaduan masyarakat. KPK kemudian meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan pada Desember 2024.

Dalam proses penyidikan, penyidik telah menggeledah sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 16 Desember 2024 dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 19 Desember 2024.

Pada 7 Agustus 2025, KPK menetapkan mantan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024, Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG), sebagai tersangka. Keduanya kini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.

Memeriksa Saksi

Sebelumnya, KPK masih terus mengembangkan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Pada bulan Mei lalu, penyidik memanggil dua pensiunan Bank Indonesia, yakni HNF dan TS, sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan salah satu saksi yang diperiksa sebelumnya pernah menjabat sebagai Analis Implementasi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Meski penyidikan terus berjalan dan pemeriksaan saksi masih dilakukan, belum adanya penahanan terhadap para tersangka menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai percepatan penanganan perkara, mengingat hampir satu tahun telah berlalu sejak status tersangka diumumkan, sementara proses hukum belum memasuki tahapan penahanan maupun pelimpahan perkara ke pengadilan.

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jakmania Protes Kenaikan Harga Tiket, Resmi Boikot Launching Tim Persija

LG Buka Peluang Kreator Digital Raih Komisi Lewat Life’s Good Creator Club

Direktur CIA Mendadak Terbang ke Moskow, Beri Peringatan Keras Soal Ancaman Negara Baltik

Usia 61 Tahun, IKPI Tegaskan Peran Sebagai Jembatan Pemerintah dan Wajib Pajak

Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

Kampanyekan Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07, KPKP Jakpus Penuhi Gizi Anak untuk Cegah "Stunting"

Swasembada Gula Dimulai dari Lampung

Meta Resmi Ubah Aturan Facebook dan Instagram: Batas 2 Jam hingga Mode Malam

170 Pendaki Berhasil Dievakuasi Turun dari Ranu Kumbolo, Pemadaman Karhutla Gunung Semeru Masih Berlangsung

Kuota 30 Persen Hunian MBR di TOD: Ini Poin Penting Usulan Ranperda Rusun Jakarta

KTM dan Gombong Culture Festival Dibuka, Menkop Ferry Juliantoro: Benteng Van Der Wijck Akan Jadi Ikon Pariwisata dan Ekonomi Kebumen Bakal Berkembang

PLN Bekali UMKM Binaan Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Kopi.

UEFA Terapkan Aturan Baru Liga Champions 2026/27, Undian Arsenal dan Liverpool Terdampak

Puan Dorong Kemlu Perkuat Koordinasi soal Karhutla Kalimantan

Warga Betawi Terancam Tersisih, DPRD DKI Desak Kebijakan Afirmatif di Ranperda

DPR RI Berkomitmen Sahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026

Tanggapi Budie Arie, Puan Maharani: Pemilu Tetap Digelar Setiap Lima Tahun

Kementerian UMKM: Pemulihan UMKM Sumatra Dikawal hingga 2028

OJK Ungkap Jumlah Akun Pengguna Keuangan Digital Capai 22,93 Juta

Menko Yusril Pastikan Tak Pernah Perintahkan Pembekuan Rekening Aktivis Pati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.