Wisata Lombok Barat Andalkan Selancar  

Minggu, 02 Nov 2025, 18:21 WIB

LOMBOK BARAT – Untuk mengundang para wisatawan dalam dan luar negeri, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen mengembangkan destinasi wisata selancar atau surfing di Dusun Bangko Bangko yang terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong.

"Saat ini sudah ada pihak yang berminat menjadikannya sebagai destinasi nasional untuk kegiatan surfing," kata Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di Mataram, Minggu.

Ket. Foto: selancar — Sumber: ant

Lombok Barat merupakan kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak di Nusa Tenggara Barat. Kabupaten yang memiliki luas wilayah mencapai 923,06 kilometer persegi itu tercatat memiliki 126 pulau.

Zaini mengatakan Bangko Bangko selalu didatangi turis asing untuk bermain selancar setiap hari. Mereka datang dari Pulau Nusa Penida di Bali yang secara jarak dekat dengan Bangko Bangko. Jadwal selancar paling diminati turis berlangsung pada Juli dan Agustus saat puncak liburan. Periode itu bertepatan dengan musim kemarau.

Bahkan, Asosiasi Peselancar Dunia pernah menobatkan Bangko Bangko ke dalam urutan keenam dari sepuluh pantai tujuan selancar dengan ombak terganas. Ketinggian dan intensitas ombak di sana mampu menciptakan lubang besar yang membuat peselancar seolah masuk dalam terowongan.

Bangko Bangko berjarak 73 kilometer atau dua jam perjalanan dari Kota Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain terkenal dengan ombak besar, Bangko Bangko memiliki pantai sepanjang satu kilometer bagai padang pasir, sehingga dijuluki Desert Point. Pemerintah Lombok Barat berkeinginan menjadikan kawasan teluk Bangko-Bangko sebagai pintu masuk ke Lombok bagi turis dari Bali, selain melalui pintu Senggigi.

Rencana pengaspalan jalan tanah lingkar Bangko Bangko telah disiapkan hingga sejauh 15 kilometer dari jalan raya Dusun Selegong menuju simpang tiga Bangko Bangko, baik ke Dusun Pemalikan hingga terus menuju Desert Point.

Promosi Gorontalo Libatkan Gen Z

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, melibatkan generasi atau gen Z untuk mempromosikan pariwisata di daerahnya. "Gen Z di Indonesia termasuk di kabupaten ini tergolong kelompok terbesar dalam jumlah penduduk. Oleh karena itu, gen Z perlu diberi peran baik di masa kini maupun akan datang, termasuk dalam keikutsertaannya mempromosikan pariwisata di daerah ini," kata Kepala Disparbud Gorontalo Utara Robin Daud di Gorontalo, Minggu.

Pihaknya meyakini promosi pariwisata oleh gen Z mempunyai pengaruh cukup besar. Ia mencontohkan promosi wisata Puncak Dunu di Kecamatan Monano. Banyak gen Z di desa itu, mengunggah objek wisata tersebut di akun media sosial mereka. Langkah itu mampu menarik minat kunjungan wisata camping di Puncak Dunu.

"Cara ini pun akan kami terapkan untuk mempromosikan objek wisata bahari lainnya yang ada di daerah ini, di antaranya Pantai Minanga di Desa Kota Jin Utara Kecamatan Atinggola," kata Robin. Melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang dibentuk, pihaknya banyak merekrut gen Z.

Robin optimistis langkah itu menjadi salah satu model kawasan wisata terintegrasi kreatif gen Z, yang akan memudahkan promosi objek wisata di daerah ini. "Mulai tahun depan kita berupaya mewujudkan kawasan terintegrasi kreatif gen Z," katanya.

Sentuhan inovasi dan daya kreasi gen Z dalam mempromosikan pariwisata daerah, diyakini akan mampu menjadi nilai jual tersendiri dalam mempopulerkan wisata bahari yang dimiliki. "Kami berharap melalui wadah pokdarwis yang dibentuk di desa-desa, dapat memuluskan promosi pariwisata daerah ini, yang akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)," imbuhnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.