Presiden Prabowo Pastikan Negosiasi Tarif Impor Nol Persen dengan AS Masih Berlangsung

Sabtu, 01 Nov 2025, 13:58 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memastikan perundingan dengan Amerika Serikat mengenai tarif impor nol persen masih berlangsung.

"Ya, negosiasi masih berlangsung," kata Presiden di sela-sela KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto berbicara kepada wartawan setelah pertemuan bilateral dengan PM Selandia Baru Christopher Luxon di sela-sela KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, pada 31 Oktober 2025. — Sumber: BPMI Setpres

Perundingan tersebut untuk memperluas kerja sama perdagangan bilateral, khususnya pada komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembicaraan lanjutan dengan AS akan dilanjutkan pasca-KTT.

Ia menjelaskan, komoditas yang diusulkan untuk dikenakan tarif nol persen serupa dengan yang disepakati dengan Malaysia, seperti minyak sawit, kakao, karet, dan beberapa barang lain yang tidak diproduksi di AS.

Hartarto mencatat bahwa pembahasan mengenai mineral penting dilakukan secara terpisah.

"Mineral-mineral penting sedang dibahas secara terpisah, terkait dengan rantai pasokan," ujarnya. "Dalam pernyataan bersama, kami menyebutnya sebagai komunitas industri."

Indonesia berupaya menurunkan tarif ekspor minyak sawit menjadi nol persen, serupa dengan kesepakatan Malaysia dengan AS.

"(Negosiasi tarif minyak sawit) ini masih berlangsung. Semoga dalam pembahasannya, setidaknya kita bisa setara dengan Malaysia," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Agroindustri, Putu Juli Ardika, pada 29 Oktober.

Ia merujuk pada keberhasilan Malaysia dalam menurunkan tarif impor AS dari 25 persen menjadi 19 persen berdasarkan perjanjian tarif timbal balik yang baru ditandatangani dengan Washington.

Produk-produk utama Malaysia, termasuk minyak sawit, karet, produk kayu, komponen penerbangan, dan farmasi, dikecualikan dari tarif atau dikurangi menjadi nol persen oleh AS.

Ardika menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan serupa akan memungkinkan Indonesia bersaing secara setara dengan Malaysia di pasar AS.

  • Kebijakan Tarif AS

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.