Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkop: Sinergi Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Ekonomi Pesisir

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 21:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkop: Sinergi Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Ekonomi Pesisir Doc: Antara
Ket. Nelayan menarik rumah rumpon ke laut dengan menggunakan perahu pada peluncuran rumah rumpon di Teluk Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/10).

Jakarta - Kementerian Koperasi mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan melalui sinergi kelembagaan antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan Potensi Usaha Kopdes Merah Putih di Labuan Bajo, NTT, Jumat (31/10), Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Koperasi Kemenkop Lely Hiswendari mengatakan Kemenkop mendorong terbentuknya rantai nilai ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan koperasi.

“Terutama pada sektor agromaritim dan ketahanan pangan,” katanya dikutip dari siaran pers Kemenkop di Jakarta.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan Bimtek tidak hanya membangun fondasi data dan digitalisasi melalui platform Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes), tetapi juga mendorong lahirnya koperasi modern berbasis potensi lokal yang profesional dan kompetitif.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P Asmon, menambahkan bahwa pihaknya mengusung model pembangunan ekonomi pesisir terintegrasi dengan koperasi sebagai basis kelembagaan, digitalisasi sebagai instrumen modernisasi, dan pariwisata sebagai katalis ekonomi lokal.

“Saya berharap agar Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Kabupaten Manggarai dapat bersinergi bersama sehingga dapat memajukan Kabupaten Manggarai Raya,” ujar Theresia.

Theresia menuturkan NTT memiliki karakter kepulauan dengan garis pantai sepanjang 5.782 kilometer, serta ekosistem laut yang kaya seperti terumbu karang, padang lamun, dan kawasan konservasi perairan seluas lebih dari 150 ribu hektare. Potensi tersebut menjadikan NTT sebagai salah satu pusat sumber daya kelautan utama di Indonesia bagian timur.

Eka Kurniadi, perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menjelaskan bahwa program KNMP dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup penyediaan sarana produksi, penguatan kelembagaan koperasi, hingga optimalisasi akses pasar dan pengolahan hasil perikanan.

Sebaiknya Anda baca juga:

“KKP melaksanakan pembinaan, pendampingan, serta pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan untuk bergabung dalam koperasi desa,” kata Eka.

Sementara itu, Manager Small-Medium Fuel Channel Pertamina Patra Niaga,​​​​​​ Hanggowo Wicaksono memperkenalkan peluang kemitraan SPBUN sebagai dukungan kebutuhan energi sektor kelautan dan perikanan.

Ia menyebut dengan investasi sekitar Rp948 juta dan potensi pendapatan bersih Rp132 juta per tahun, bisnis ini dinilai prospektif, terutama jika dikombinasikan dengan penjualan produk non-fuel retail (NFR) dan produk BBM non-subsidi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.