Bank Sentral SEACEN Sepakat Perkuat Ketahanan Ekonomi
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Jakarta - Para gubernur bank sentral dari negara-negara anggota South East Asian Central Banks (SEACEN)sepakat untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan melalui kolaborasi regional yang lebih erat di tengah ketidakpastian global, transformasi digital dan transisi menuju ekonomi berkelanjutan.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan bahwa saat ini adalah waktunya negara-negara kawasan bertindak bersama memperkuat ketahanan ekonomi.
“Kita sedang menghadapi tantangan besar. Karena itu, kolaborasi regional dan penguatan kapasitas kelembagaan menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan dan ketahanan ekonomi kawasan,” kata Perry sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (29/10).
South East Asian Central Banks(SEACEN)Governors' Conference Ke-61 resmi diselenggarakan di Bali, Selasa (28/10). SEACEN merupakan forum kerja sama antarbank sentral di kawasan Asia-Pasifik yang berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan dan riset kebijakan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur BI turut membagikan lima langkah utama yang ditempuh Bank Indonesia dalam merespons dinamika dan tantangan, salah satunya dengan memperkuat kerangka bauran kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran agar berjalan terpadu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah lainnya yakni memperkuat pengawasan sistemik termasuk pendalaman pasar uang dan pengawasan terhadap lembaga keuangan non-bank, serta mempercepat konektivitas pembayaran digital lintas negara, baik ritel maupun wholesale.
Kemudian, memperkuat kapasitas kelembagaan guna menjaga independensi bank sentral sekaligus memastikan sinergi dengan pemerintah dan sektor riil, serta mengembangkan kapasitas sumber daya manusia agar siap menghadapi tantangan kebanksentralan ke depan.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi dinamika geoekonomi global yang bergerak sangat cepat, mengubah arah perdagangan, investasi dan arus teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konteks ini, ujar Ricky, pendalaman integrasi keuangan di Asia bukan sekadar tujuan, tetapi menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan ekonomi kawasan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif The SEACEN Centre Cyn-Young Park menambahkan bahwa kerja sama ekonomi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk membuka potensi pertumbuhan, mendorong inovasi dan memperkuat ketahanan di dunia yang penuh ketidakpastian.
Sebagai informasi, rangkaian pertemuan SEACEN ini menjadi awal masa transisi Bank Indonesia menuju keketuaan SEACEN yang akan resmi dijalankan pada 2026, menggantikan keketuaan sebelumnya yang dipegang oleh Bank of Korea.
Peringkat Kredit
Lebih lanjut, Perry Warjiyo menyampaikan, penegasan R&I atas peringkat kredit Indonesia di level BBB+ mencerminkan kepercayaan internasional yang kuat terhadap kondisi makroekonomi yang solid.
Di samping itu, peringkat kredit tersebut juga menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas sistem keuangan yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dan keuangan global yang berlanjut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!