- Home
-
- Megapolitan
-
- Kenaikan Tarif Transjakart...
Kenaikan Tarif Transjakarta untuk Keberlangsungan Transportasi Publik
Rabu, 29 Okt 2025, 10:15 WIBJAKARTA â Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyebutkan rencana kenaikan tarif Transjakarta merupakan kebijakan strategis yang perlu dipahami dalam konteks keberlanjutan layanan transportasi publik di Ibu Kota.
"Keputusan ini bukan semata soal menaikkan tarif, tetapi tentang memastikan keberlangsungan dan peningkatan kualitas sistem transportasi publik kita," kata Kenneth di Jakarta, Rabu (29/10).
Kenneth mendukung penuh rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tengah mempertimbangkan kenaikan tarif bus Transjakarta.
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menjelaskan, saat ini sistem transportasi publik seperti Transjakarta masih menanggung beban subsidi yang cukup besar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.Ia menyebut subsidi per tiket sudah mencapai angka di atas Rp9.000 per penumpang.
"Model tarif seperti ini kurang mencerminkan pemulihan biaya yang sehat dalam jangka panjang. Jika subsidi terus dibiarkan tanpa evaluasi, dikhawatirkan akan mengganggu kemampuan pemerintah dalam menjaga kualitas layanan, memperluas jaringan, dan menambah armada baru," ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Bang Kent menegaskan bahwa dukungannya terhadap kenaikan tarif bukan tanpa syarat. Ia berharap kebijakan tersebut dilaksanakan secara bertahap dan disertai dengan peningkatan mutu layanan serta perlindungan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia juga mendorong agar Pemprov DKI mengedepankan transparansi dalam proses komunikasi kepada publik karena warga perlu memahami alasan di balik penyesuaian tarif tersebut.
"Warga harus tahu bahwa kenaikan ini bukan semata untuk meningkatkan pendapatan, tetapi untuk memperkuat sistem, mulai dari peremajaan armada, termasuk bus listrik, pemeliharaan halte, peningkatan frekuensi layanan, hingga perluasan rute ke wilayah yang belum terjangkau," katanya.
Bang Kent menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pembahasan kebijakan. Ia meminta agar DPRD DKI Jakarta membuka ruang dialog bagi publik dan memastikan kebijakan berjalan dengan mekanisme pengawasan yang baik.
Meski mendukung, dia mengingatkan bahwa kenaikan tarif bukan solusi tunggal untuk memperbaiki sistem transportasi publik di Jakarta.
"Pemerintah tetap harus mencari efisiensi operasional, seperti digitalisasi tiket, optimasi rute, serta penguatan integrasi antarmoda transportasi. Selain itu, kerja sama dengan pihak swasta juga dari segi non farebox juga di anggap penting agar beban tarif tidak terlalu berat bagi pengguna," ucapnya.
Dia pun mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta juga bisa memberikan fasilitas gratis bagi para guru dalam menggunakan layanan bus Transjakarta.
Menurut dia, kebijakan ini akan menjadi bentuk penghargaan nyata terhadap peran besar guru dalam mencerdaskan generasi muda Jakarta.
Usulan tersebut, tambah dia, sejalan dengan semangat Pemprov DKI untuk menjadikan transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas warga.
"Memberikan akses gratis bagi tenaga pendidik tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi mereka, tetapi juga mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum di kalangan aparatur pendidikan," tuturnya.
- Tarif Transjakarta
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ilmuwan Russia Ungkap Aktivitas Matahari Naik Tiga Kali Lipat
-
Kabar Duka, Raja Keraton Surakarta Paku Buwono XIII Mangkat
-
Klik, Cek, Aman! Alasan Netizen Jatuh Hati pada Bank Digital
-
Lewat Pelatihan Tematik, Pertamina Perkuat Bisnis Peserta UMK Academy 2025
-
Pengawasan Pelaksanaan Parkir Berlangganan di Tulungagung
-
Sop Buntut Pasar Pabean: Legenda Sejati Kuliner Surabaya
-
Tim Gabungan Duga Tambang Galian C Ilegal Beroperasi di Beberapa Titik di Gowa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.