Reformasi Fiskal Dinilai Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi
Kamis, 21 Mei 2026, 01:00 WIBPasar kini tidak lagi hanya mendengar janji, tetapi menilai konsistensi eksekusi kebijakan, karena ruang kesalahan ekonomi semakin sempit.
Jakarta â Reformasi fiskal dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih tinggi. Para ekonom menilai pemerintah perlu memperkuat penerimaan negara, menjaga disiplin anggaran, serta memastikan kebijakan yang konsisten agar target pertumbuhan ekonomi dan stabilitas rupiah pada 2027 dapat tercapai.
Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengingatkan pentingnya reformasi fiskal yang serius untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pendahuluan Rancangan APBN 2027.
Menurut dia, pidato Presiden berpotensi memberikan efek stabilisasi psikologis jangka pendek bagi pasar, namun dampak jangka panjangnya akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah.
âDalam situasi seperti ini, pidato Presiden bisa menjadi titik balik positif apabila diikuti reformasi fiskal yang serius. Tetapi, ia juga bisa menjadi sekadar jeda psikologis sementara apabila tidak disertai perubahan nyata,â kata Achmad, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Rabu (20/5).
Ia menilai pasar dan investor kini tidak lagi hanya menilai janji pemerintah, tetapi kemampuan mengeksekusi kebijakan secara konsisten.
âDi sinilah tantangan terbesar pemerintah. Publik dan pasar tidak lagi hanya menilai janji, tetapi kemampuan eksekusi,â ujarnya.
Achmad mengingatkan tekanan global masih tinggi akibat suku bunga Amerika Serikat, konflik geopolitik, kenaikan harga energi, hingga perlambatan ekonomi China yang berdampak pada permintaan komoditas Indonesia.
âArtinya, ruang kesalahan kebijakan semakin sempit,â tuturnya.
Dalam pidato pendahuluan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di DPR RI, Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,8-6,5 persen dengan inflasi 1,5-3,5 persen dan nilai tukar rupiah 16.800-17.500 rupiah per dollar AS.
Harus Ekstra âEffortâ
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor utama untuk menopang target pertumbuhan ekonomi tersebut.
âKalau prediksi dollar AS diestimasi Rp16.800 sampai Rp17.500 per dollar AS pada 2027 maka menurut saya pemerintah harus ekstra effort lagi,â kata Esther.
Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi di tengah ketidakpastian global, termasuk menjaga kepercayaan investor guna mengantisipasi arus keluar modal.
âFokus pada stabilitas nilai tukar dan harga,â ujarnya.
Selain itu, Esther menilai koordinasi kebijakan fiskal dan moneter perlu diperkuat, termasuk menjaga independensi bank sentral untuk menopang stabilitas ekonomi nasional.
Di sisi lain, Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai KEM-PPKF 2027 menunjukkan Indonesia mulai memasuki fase baru pembangunan ekonomi dengan memperbesar kapasitas negara untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.
âPertumbuhan ekonomi tinggi tidak bisa hanya bergantung pada konsumsi atau booming komoditas semata. Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi secara berkelanjutan, kapasitas negara harus ikut membesar,â kata Fakhrul.
Fakhrul juga menyoroti ketidakseimbangan antara surplus perdagangan Indonesia dengan masih terjadinya net outflow pada neraca finansial.
âIni menunjukkan bahwa Indonesia masih terlalu rentan terhadap siklus dollar global,â ujarnya.
Ia menilai pemerintah perlu mempercepat pendalaman pasar derivatif domestik, memperluas local currency settlement, serta membuka sumber pembiayaan non-dollar untuk memperkuat ketahanan ekonomi menghadapi gejolak global.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Ekonomi Tangerang Ditopang Tiga Sektor
-
Ekonom: Industri Game Indonesia Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
-
KemenPPPA Dorong Penguatan Layanan Perlindungan Perempuan Anak di Daerah
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Pastikan Lolos ke Grand Final Setelah Libas Garuda Jaya
-
Investasi Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Disdikpora Bikin Rancangan Kesepakatan Sekolah dan Orang Tua Siswa untuk SPMB 2026
-
Ekonomi Jakarta Nyaris Capai 6 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.