Brendan Rodgers Mundur dari Jabatan Pelatih Celtic, Dituding Bersikap Memecah Belah dan Mementingkan Diri Sendiri

Rabu, 29 Okt 2025, 07:15 WIB

LONDON, INGGRIS — Brendan Rodgers resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala Celtic pada hari Selasa (28/10) waktu setempat. Keputusan mengejutkan ini diiringi tudingan tajam dari pemegang saham mayoritas klub yang menilai Rodgers telah bersikap “memecah belah, menyesatkan, dan mementingkan diri sendiri.”

Dalam pernyataan resmi, Celtic mengumumkan bahwa mantan pelatih Martin O’Neill (73) dan eks pemain Shaun Maloney akan mengambil alih sementara kendali tim utama hingga manajemen menunjuk pengganti permanen.

Ket. Foto: Brendan Rodgers. — Sumber: AFP

Kepergian Rodgers menandai akhir dari periode keduanya di Celtic Park, setelah kekalahan 1-3 dari Hearts pada laga Liga Utama Skotlandia akhir pekan lalu membuat The Bhoys tertinggal delapan poin dari tim asal Edinburgh tersebut di posisi kedua klasemen.

“Brendan meninggalkan klub dengan ucapan terima kasih atas kontribusinya selama periode kesuksesan berkelanjutan. Kami mendoakan yang terbaik bagi kariernya ke depan,” tulis Celtic dalam pernyataan resmi.

Klub menambahkan bahwa proses pencarian pelatih baru sudah dimulai.Ange Postecoglou yang baru saja dipecat dari Nottingham Forest masuk dalam daftar favorit untuk kembali ke Glasgow.

Rodgers, 52 tahun, kembali melatih Celtic pada tahun 2023 dan berhasil meraih dua gelar liga berturut-turut, menambah koleksi trofinya setelah sukses besar pada periode pertamanya di tahun 2017 dan 2018. Namun musim ini situasi memburuk. Celtic tersingkir secara mengejutkan dari Liga Champions oleh tim asal Kazakhstan, Kairat Almaty, dan performa domestik mereka menurun drastis.

Rodgers juga diketahui berselisih dengan pihak klub terkait kebijakan transfer musim panas. Setelah kekalahan dari Dundee yang menjadi kekalahan pertama Celtic di kandang lawan tersebut dalam 37 tahun, ia menyinggung kelemahan timnya secara terbuka.

“Kami kehilangan banyak daya gedor, banyak gol. Tidak mungkin Anda diminta ikut lomba dengan diberi kunci Honda Civic lalu disuruh mengendarainya seperti Ferrari. Itu tidak akan terjadi,” ujarnya kala itu.

Pernyataan tersebut memicu respons keras dari pemegang saham utama Celtic, Dermot Desmond. Dalam pernyataan terpisah, Desmond menyebut kritik Rodgers datang “tanpa dasar dan tanpa peringatan.”

“Meski diberi banyak kesempatan, ia tidak mampu menunjukkan satu pun contoh di mana klub menghambat atau tidak mendukungnya. Fakta-faktanya tidak sejalan dengan narasi publik yang ia bangun,” kata Desmond.

“Sayangnya, kata-kata dan tindakannya sejak itu bersifat memecah belah, menyesatkan, dan mementingkan diri sendiri. Sikapnya telah menciptakan atmosfer toksik di sekitar klub dan memicu permusuhan terhadap jajaran direksi dan eksekutif,” tambahnya.

Rodgers sebelumnya pernah menangani Swansea City, Liverpool, dan Leicester City sebelum kembali ke Celtic pada Juni 2023 menggantikan Postecoglou. Pelatih asal Irlandia Utara itu juga mencatat masa pertama yang sangat sukses di Glasgow, memimpin Celtic dari Mei 2016 hingga Februari 2019 dengan torehan treble winners domestik beruntun.

Musim debutnya bahkan berakhir dengan rekor 106 poin, menjadikan Celtic tim Skotlandia pertama yang menuntaskan musim liga tanpa kekalahan sejak tahun 1899. Dalam periode keduanya, Rodgers kembali mempersembahkan dua gelar liga (2023–2024 dan 2024–2025), serta menambahkan trofi Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia.

Namun, kali ini ia meninggalkan klub dalam situasi yang jauh lebih bergejolak dengan ruang ganti yang tidak harmonis, performa yang menurun, dan hubungan yang memburuk dengan manajemen puncak Celtic.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.