Yamal Dapat Pelajaran Berharga dari El Clasico

Selasa, 28 Okt 2025, 06:56 WIB

MADRID, SPANYOL - Ucapan Lamine Yamal sebelum laga El Clasico menimbulkan lebih banyak kehebohan dibanding penampilannya di lapangan saat Barcelona tumbang dari Real Madrid.Bintang muda berusia 18 tahun itu kini memiliki sejumlah pelajaran penting untuk dipetik ke depan.

Untuk pertama kalinya, Yamal menjadi pusat amarah satu stadion penuh setelah komentar yang ia lontarkan sebelum laga berakhir 2-1 untuk kemenangan Madrid, Senin (27/10) dini hari WIB menuai kritik tajam di ibu kota Spanyol.

Ket. Foto: Lamine Yamal. — Sumber: AFP

Dalam siaran langsung di media sosial, Yamal sempat bercanda bahwa Real Madrid “suka mencuri dan mengeluh”. Ucapan itu membuatnya jadi sasaran ejekan dan siulan keras dari publik Santiago Bernabéu sepanjang pertandingan, yang akhirnya dimenangkan Los Blancos untuk memperlebar jarak lima poin dari Barca di puncak klasemen La Liga.

Para pemain Madrid, dipimpin kapten Dani Carvajal, bahkan mendatangi Yamal di lapangan setelah laga usai untuk menegur langsung, di tengah suasana panas yang mewarnai akhir pertandingan.

Yamal kini akan belajar bahwa setiap komentar kontroversial yang ia lontarkan akan dibesar-besarkan oleh media Madrid,hal yang juga berlaku sebaliknya dalam rivalitas klasik dua raksasa Spanyol ini.

Asisten pelatih Barcelona, Marcus Sorg, yang menggantikan Hansi Flick karena skorsing, mengakui suasana di Bernabéu mungkin memengaruhi performa datar Yamal.

“Mungkin iya, sedikit banyak. Ia masih belajar menghadapi tekanan penonton, teriakan, dan siulan dari tribun,” ujar Sorg. “Biasanya dia sangat termotivasi dan bermain baik. Tapi hari ini tidak mudah baginya.”

Bagi Yamal, ini juga menjadi pengalaman pertama merasakan “karma” di awal karir yang selama ini berjalan begitu mulus. Tahun lalu ia mengangkat trofi Euro 2024 bersama timnas Spanyol, meraih treble winners domestik bersama Barcelona, dan bahkan finis di posisi kedua dalam pemungutan suara Ballon d’Or.

Penyerang itudikenal gemar melontarkan sindiran di media sosial. Musim lalu ia sempat menyindir, “Pemain Madrid baru boleh bicara kalau sudah bisa mengalahkanku.”

Namun, dalam rivalitas sebesar dan sebersejarah El Clasico, dominasi akan selalu berganti. Musim lalu Barcelona memenangkan keempat pertemuan melawan Madrid, dan para pemain Los Blancos tampaknya belum melupakan hal itu saat memburu Yamal di lapangan.

Jude Bellingham, pencetak gol kemenangan Madrid, menulis sindiran halus di Instagram: “Bicara itu mudah.”

Gelandang Barcelona Frenkie de Jong menilai tindakan Carvajal yang menegur Yamal di depan umum tidak pantas. “Kalau Carvajal ingin bicara dengan Lamine, seharusnya dilakukan secara pribadi,” kata De Jong.

“Kalau dia merasa ucapan Yamal berlebihan, dia bisa menelepon. Mereka rekan setim di timnas Spanyol, saling kenal baik. Tidak perlu membuat keributan di lapangan.”

Sebaliknya, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni menanggapi santai. “Itu cuma kata-kata, tidak ada niat jahat. Justru memotivasi kami sedikit. Kalau Lamine mau bicara, silakan saja, tidak masalah,” ujarnya.

“Sejak kecil saya sudah melihat saling sindir antara pemain Barca dan Madrid sebelum laga. Tapi pada akhirnya, semuanya ditentukan di atas lapangan.”

Yamal tampil jauh di bawah standar biasanya. Pemain sayap muda itu tampak masih terganggu cedera pangkal paha yang belum pulih sepenuhnya dan jarang mencoba melewati lawan satu lawan satu,sebagian karena pertahanan Madrid yang sangat disiplin.

“Dia baru pulih dari cedera dan butuh ritme pertandingan di level tertinggi,” ujar Sorg. “Musim ini lawan-lawan juga memberi perhatian khusus padanya. Sering kali mereka menempatkan dua pemain sekaligus untuk menjaganya. Dia masih muda dan harus terus berkembangdan kami akan membantunya.”

Yamal tak boleh kehilangan sisi tajam dan spontanitas yang membuatnya menarik di dalam maupun luar lapangan. Namun, sore yang mengecewakan di Bernabéu ini bisa menjadi momen refleksi berharga,pengingat bahwa ketenaran di usia muda datang seiring tanggung jawab besar untuk menjaga sikap dan fokus dalam sorotan dunia sepak bola.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.