- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Siapkan Era Peran...
Tiongkok Siapkan Era Perang AI: Dari Anjing Robot hingga Drone Swarm, DeepSeek Jadi Senjata Rahasia Baru
Senin, 27 Okt 2025, 20:00 WIBJAKARTA â Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Tiongkok tengah mempersiapkan strategi militer baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa mengubah wajah peperangan modern. Dengan dukungan sistem AI mutakhir bernama DeepSeek, negara tersebut disebut berpotensi memimpin era perang berbasis mesin dan algoritma.
Teknologi ini diperkirakan akan memainkan peran besar dalam mengembangkan robot tempur, sistem pertahanan otonom, hingga drone swarm yang mampu beroperasi secara kolektif tanpa kendali manusia langsung. Para analis menilai langkah ini menandai babak baru ambisi Beijing dalam memperkuat keunggulan teknologi militernya di panggung global.
DeepSeek sendiri merupakan model AI besar yang dikembangkan oleh perusahaan asal Tiongkok dan digadang-gadang memiliki kemampuan analisis strategis serta pemrosesan data militer secara real-time. Dengan kemampuan tersebut, sistem ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di medan perang dan mensimulasikan berbagai skenario konflik kompleks.
âTiongkok melihat AI bukan hanya sebagai alat ekonomi, tetapi juga sebagai komponen penting dalam keamanan nasional,â ujar Lyle Morris, mantan penasihat keamanan Indo-Pasifik di Pentagon.
Salah satu aplikasi yang menarik perhatian adalah penggunaan robot dog bersenjata yang dapat berpatroli di medan tempur dan menembakkan senjata otomatis. Video uji coba yang beredar menunjukkan robot-robot ini bekerja berdampingan dengan pasukan manusia dalam latihan militer di wilayah perbatasan.
Selain itu, Beijing juga mengembangkan drone swarm atau kawanan drone otonom yang bisa berkoordinasi layaknya kawanan lebah untuk menyerang target secara serentak. Teknologi ini dinilai mampu menembus pertahanan musuh dengan cara yang sulit diantisipasi oleh sistem radar konvensional.
Menurut para ahli, kekuatan terbesar Tiongkok bukan hanya pada perangkat kerasnya, tetapi pada algoritma dan kemampuan komputasi yang menopang sistem AI militernya. Dengan DeepSeek, analisis taktis, pengenalan pola, dan deteksi ancaman dapat dilakukan secara jauh lebih cepat dibanding sistem tradisional.
Pemerintah Tiongkok belum memberikan pernyataan resmi mengenai penggunaan langsung DeepSeek untuk kepentingan militer, namun laporan intelijen menunjukkan bahwa penelitian di bidang pertahanan AI meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Sejumlah proyek militer rahasia disebut sudah menguji sistem berbasis AI di lapangan simulasi.
âAI bisa mengubah keseimbangan kekuatan di Asia jika digunakan secara efektif oleh militer Tiongkok,â ujar Gregory Allen, peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutunya di Indo-Pasifik juga dikabarkan tengah mengembangkan sistem serupa untuk menandingi laju kemajuan teknologi Beijing. Pentagon bahkan telah membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat pengembangan autonomous systems yang mampu melawan ancaman berbasis AI.
Dalam beberapa latihan militer bersama, Tiongkok mulai menampilkan robot otonom dan sistem senjata tanpa awak yang dikendalikan lewat jaringan kecerdasan buatan. Teknologi ini menunjukkan kemampuan integrasi antara manusia dan mesin yang semakin mulus, menandai pergeseran besar dalam paradigma peperangan modern.
Para analis memperingatkan bahwa perlombaan senjata berbasis AI dapat meningkatkan risiko kesalahan fatal di medan tempur. Tanpa pengawasan manusia yang memadai, sistem otonom bisa mengambil keputusan yang berakibat destruktif secara tak terduga.
Meski begitu, Beijing tampaknya tidak akan memperlambat langkahnya. Pemerintah Tiongkok terus berinvestasi besar-besaran dalam riset kecerdasan buatan, termasuk pendanaan untuk universitas dan perusahaan teknologi yang berfokus pada aplikasi militer.
âAI akan menjadi penentu siapa yang unggul di masa depan, baik di bidang ekonomi maupun pertahanan,â kata seorang pejabat pertahanan Barat kepada Reuters.
Dengan kehadiran DeepSeek, Tiongkok kini berada di garis depan revolusi perang berbasis kecerdasan buatan. Dari anjing robot yang membawa senjata hingga drone yang berpikir layaknya kawanan serangga, masa depan peperangan tampaknya akan lebih digital, lebih cepat, dan jauh lebih berbahaya.
- Tiongkok
- Drone
- Artificial Intelligence (AI)
- DeepSeek
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Waspada Anak Makin Banyak Jadi Incaran Kejahatan Child Grooming
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Anutin Charnvirakul Kembali Dipilih sebagai PM Thailand
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.