Pertamina Resmi Akuisisi 24,5 Persen Saham Blok Migas Bobara dari Petronas

Senin, 27 Okt 2025, 19:00 WIB

JAKARTA - PT Pertamina resmi menandatangani perjanjian akuisisi sebesar 24,5 persen saham di kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Bobara yang terletak di lepas pantai Provinsi Papua Barat. Saham tersebut diambil alih dari perusahaan minyak dan gas asal Malaysia, Petroliam Nasional Bhd (Petronas), yang tetap bertindak sebagai operator utama dengan kepemilikan 51 persen.

Kesepakatan ini juga melibatkan raksasa energi asal Prancis, TotalEnergies SE, yang telah lebih dulu mengakuisisi 24,5 persen saham pada awal tahun 2025. Dengan demikian, Blok Bobara kini dikelola bersama oleh Petronas, Pertamina, dan TotalEnergies sebagai mitra strategis lintas negara.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA

"Kemitraan bilateral ini menyatukan dua pemain energi nasional dan internasional terkemuka, menggabungkan kekuatan teknis yang saling melengkapi, keahlian di perairan dalam, dan komitmen bersama untuk secara bertanggung jawab membuka sumber daya energi baru guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan Indonesia," tulis Petronas dalam keterangan resminya, Minggu (26/10).

Blok Bobara sendiri dimenangkan Petronas dalam putaran penawaran wilayah kerja Indonesia pada tahun 2023. Area eksplorasinya mencakup lahan seluas 8.444,49 kilometer persegi di perairan lepas pantai Papua Barat, yang dinilai memiliki potensi cadangan energi besar.

Dalam tiga tahun pertama, Petronas berkomitmen melakukan tiga studi geologi dan geofisika, termasuk akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 2.000 kilometer persegi. Langkah ini menjadi pondasi awal untuk memahami karakteristik bawah laut dan potensi sumber energi di wilayah tersebut.

Bobara merupakan bagian dari kerja sama besar antara Indonesia dan Malaysia yang diumumkan Petronas dan TotalEnergies pada Juni 2025. Kolaborasi ini mencakup blok-blok lepas pantai di berbagai tahap eksplorasi dengan total luas area lebih dari 100.000 kilometer persegi.

TotalEnergies menyebut bahwa kerja sama ini melibatkan pengelolaan beberapa blok strategis, seperti SK301b dan SK313 di Malaysia, yang telah mencatatkan temuan gas lebih dari empat triliun kaki kubik (Tcf). Pengembangan ladang gas tersebut ditargetkan menopang pasokan gas ke Malaysia LNG pada tahun 2030.

“Setelah akuisisi SapuraOMV pada Desember 2024, transaksi ini memperkuat posisi TotalEnergies di Asia Tenggara, dengan Malaysia sebagai titik jangkar, bermitra dengan Petronas,” ujar Chairman dan CEO TotalEnergies, Patrick Pouyanne.

Pouyanne juga menegaskan, Malaysia kini menjadi platform strategis bagi perusahaan dalam produksi energi berbiaya rendah dan rendah karbon, sekaligus memperkuat arus kas jangka panjang yang berorientasi pada pasar gas alam cair (LNG) Asia.

Presiden dan Direktur Utama Petronas, Muhammad Taufik, menambahkan bahwa kolaborasi dengan Pertamina dan TotalEnergies merupakan momentum penting untuk memperluas eksplorasi di kawasan Asia Tenggara. “Bersama-sama, kita akan mengejar dan mengembangkan ladang-ladang unggulan di seluruh blok eksplorasi terdepan di Malaysia dan Indonesia,” katanya.

Selain itu, Petronas juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan OQ Exploration and Production New Ventures LLC (OQEP), bagian dari OQ SAOC milik negara Oman. Kerja sama tersebut akan berfokus pada eksplorasi dan produksi minyak serta gas di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

“Nota kesepahaman ini menyediakan kerangka kerja kolaborasi yang memanfaatkan keahlian hulu internasional Petronas dan pengetahuan regional OQEP, yang bertujuan membuka peluang pertumbuhan baru dan mempercepat penciptaan nilai di berbagai pasar,” ujar Petronas dalam pernyataan daringnya.

Melalui akuisisi saham di Blok Bobara, Pertamina semakin memperkuat posisinya di kancah energi global. Kerja sama ini menandai langkah penting Indonesia dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas nasional dengan tetap menjunjung prinsip kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.