Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bandung: Pemkot Harus Tegas Tentukan Nasib Kebun Binatang Bandung

📅 Sabtu, 25 Okt 2025, 19:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bandung: Pemkot Harus Tegas Tentukan Nasib Kebun Binatang Bandung Doc: Antara Foto
Ket. Situasi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung Erick Darmadjaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk segera mengambil sikap terkait nasib pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Menurut Erick, jika persoalan tersebut terus berlarut, hal itu dapat berdampak pada keberlangsungan pemeliharaan satwa di kebun binatang yang sudah berhenti beroperasi sejak 6 Agustus 2025.

"Masalah kebun binatang ini kan lebih ke masalah internal ya. Jika masih memang deadlock alias buntu, maka pemkot Bandung harus turun tangan. Pak Wali Kota harus punya sikap. Kalau kami (DPRD) kan lebih ke pada pengawasan dan memberikan masukan," kata Erick dalam keterangan yang diterima di Bandung, Sabtu.

Ia menjelaskan, dalam birokrasi terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi agar tidak terjadi kesalahan di berbagai pihak.

Erick menegaskan, DPRD Kota Bandung terus menjalin komunikasi dengan Pemkot, termasuk dengan Wali Kota Bandung dan bagian aset terkait persoalan tersebut.

“Kebun binatang itu kan ikon wisata Bandung. Semoga permasalahannya segera selesai dan kebun binatang bisa kembali beroperasi. Saya yakin Pak Wali Kota semangatnya sama, ingin kebun binatang ini segera buka kembali melayani masyarakat untuk rekreasi di Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), Budi Ghama, menegaskan bahwa kliennya merupakan pemegang mandat sah untuk mengelola Bandung Zoo berdasarkan akta yayasan yang telah diakui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum.

"Pihak Pak John sesuai dengan ketentuan mengenai akta yayasan sudah memenuhi syarat. Artinya, sudah mendapat surat dari Ditjen AHU sebagai akta Yayasan Margasatwa Tamansari yang sah," kata Budi.

Budi menjelaskan Ketua YMT John Sumampauw juga mendapat kepercayaan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, yang dibuktikan dengan berita acara penitipan barang bukti berupa enam gedung di kawasan Kebun Binatang Bandung.

"Artinya, Pak John sebagai Ketua YMT memiliki legal standing yang sangat kuat," katanya.

Ia menyampaikan YMT siap melanjutkan pengelolaan Bandung Zoo sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.