RI dan Brasil Sepaham Dorong Gencatan Senjata di Palestina dan Ukraina
Jumat, 24 Okt 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia dan Brasil memiliki pandangan yang sejalan dalam isu politik internasional, termasuk dalam mendorong terciptanya gencatan senjata di Palestina dan Ukraina.
âKita di bidang politik internasional kita saling mendukung, sikap kita sama. Di masalah Palestina, sama di masalah Ukraina, kita ingin gencatan senjata cepat," kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10).
Presiden Prabowo mengatakan kedua negara menilai pentingnya perdamaian yang nyata dan solusi politik yang berkeadilan, khususnya melalui pendekatan solusi dua negara untuk penyelesaian konflik di Timur Tengah.
âKita ingin perdamaian yang real, menuju ke solusi politik, yaitu solusi dua negara. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan," ucap Kepala Negara.
Sementara itu, Presiden Lula menegaskan bahwa Indonesia dan Brasil sama-sama berkomitmen terhadap perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan tatanan dunia yang lebih adil.
Dia menyampaikan kedua negara menolak genosida di Gaza, Palestina dan mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian di kawasan tersebut.
Selain itu, Lula juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh terhadap Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi kurangnya representasi dan kebuntuan dalam pengambilan keputusan di tingkat global.
âHanya reformasi menyeluruh terhadap Dewan Keamanan PBB yang dapat mengatasi kurangnya representasi dan kebuntuan yang ada saat ini,â kata Lula.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Lula ke Indonesia, sekaligus momentum untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.
Presiden Prabowo menyebut tersebut berlangsung produktif dan memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Brasil di berbagai bidang strategis, seperti perdagangan, teknologi, energi, pertanian, dan pertahanan.
Potensi Sektor Pertanian
Menanggapi pertemuan itu, pengamat ekonomi dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Ermatry Hariani, mengatakan, pertemuan tersebut dapat meningkatkan hubungan dan kerja sama RI-Brasil mengingat kedua negara merupakan negara berkembang yang memiliki sejumlah kesamaan terutama potensi di sektor pertanian.
âPertemuan ini bukan semata memperkuat hubungan persahabatan dan, meningkatkan kepercayaan antara Indonesia dan Brasil yang sama-sama BRIC, tapi memang dapat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang mengingat kita memiliki banyak kesamaaan sebagai dua negara berkembang,â katanya.
Dengan luas dan letak geografisnya di sekitar katulistiwa dan dialiri Sungai Amazon, Brasil juga memiliki potensi pertanian yang besar berkat lahan yang luas dan suburmemungkinkan produksi mereka berbagai komoditas pertanian dalam jumlah besar.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Tragedi Banjir Nepal-China Makin Parah, 633 Orang Tewas dan 3.000 Masih Hilang
-
Produktivitas Sapi Perah Ditingkatkan untuk Kurangi Ketergantungan Impor Susu
-
Jobstreet by SEEK Ungkap 5 Strategi HR Hadapi Gempuran Teknologi AI
-
Sukses di Mancanegara, Film "Solata" Kembali ke Indonesia, Kisahkan Realitas Pendidikan di Tana Toraja
-
Geopolitik Panas, Rantai Pasok Kacau! Ini Jurus Apindo Jaga Ekonomi Nasional
-
Otorita Perkuat Penanganan Karhutla di IKN
-
DPRD Bekasi Usut Dugaan Pencemaran Laut di Tarumajaya, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.