Karang Taruna Hipenari Kulon Progo Bikin Terobosan, Potensi Lokal Kini Makin Menjanjikan

Senin, 05 Okt 2026, 00:06 WIB

KULON PROGO - Karang Taruna Hipenari Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diharapkan mampu menjadi percontohan pemuda tingkat nasional atas keberhasilan mengolah potensi lokal Perbukitan Menoreh.

​Harapan tersebut mengemuka saat Karang Taruna Hipenari diverifikasi oleh Tim Penilai Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 di Rajendra Farm, Kulon Progo, Minggu (4/10), setelah berhasil menembus jajaran lima besar terbaik nasional.

Ket. Foto: Tim Penilai Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 di Rajendra Farm, Kulon Progo, Minggu (4/10). — Sumber: Antara foto/HO Pemkab Kulon Progo

​Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Triyono mengapresiasi capaian Karang Taruna Hipenari yang dinilainya lahir dari proses panjang, kebersamaan, serta kolaborasi lintas lembaga di wilayah Samigaluh.

​"Ini menjadikan Karang Taruna Hipenari bisa berbuat cukup banyak dan baik di Samigaluh," katanya.

​Ia menyoroti kejelian Karang Taruna Hipenari memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satu inovasi unggulan yakni mengolah limbah daun teh dari perkebunan Ngargosari menjadi produk lulur kecantikan.

​Kelompok pemuda ini juga mengembangkannya menjadi aneka olahan pangan dan jamu tradisional, produksi tempe, hingga pembuatan enting-enting khas Samigaluh. Dalam menjalankan usaha, mereka bermitra dengan Pemerintah Kalurahan Ngargosari, lembaga-lembaga lokal, serta Rajendra Farm.

​"Limbah daun teh ternyata bisa dimanfaatkan untuk lulur kecantikan, sehingga memberikan nilai tambah bernilai ekonomi yang cukup tinggi dari apa yang sebelumnya dianggap limbah," katanya.

​Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) sekaligus perwakilan Dewan Juri Penilai Nasional, Agus Maimun, menegaskan verifikasi lapangan untuk menginventarisasi, mengidentifikasi, dan memitigasi praktik baik yang telah dijalankan.

​"Kehadiran kami sekaligus menginventarisasi dan mengidentifikasi apa yang dilakukan Karang Taruna berprestasi tingkat nasional ini agar menjadi role model yang bisa direplikasi oleh seluruh warga Karang Taruna se-Indonesia," katanya.

​Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga kementerian untuk memberdayakan warga usia produktif.

Ia berharap, aktivitas Karang Taruna Hipenari berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.

​"Kami tidak ingin Karang Taruna yang masuk lima besar ini berhenti sampai di program. Kami lebih menekankan pada gerakan yang mensyaratkan keberlanjutan dan keberlangsungan," katanya.

​Melalui verifikasi lapangan ini, masukan yang diberikan diharapkan menjadi daya dorong bagi Karang Taruna Hipenari untuk meningkatkan skala kegiatan, sekaligus menginspirasi Karang Taruna lain di Kulon Progo membangun kemandirian masyarakat desa.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.