Sabalenka Tersingkir Mengejutkan di China Open, Dikalahkan Petenis Ceko Bartunkova

Senin, 05 Okt 2026, 00:07 WIB

BEIJING – Aryna Sabalenka kembali mengalami hasil mengecewakan setelah tersingkir pada babak ketiga China Open. Petenis Belarusia itu takluk dari wakil Ceko, Nikola Bartunkova, 4-6, 3-6, di Beijing, Minggu (4/10).

Kekalahan tersebut menjadi pukulan terbaru bagi Sabalenka yang tengah menjalani musim penuh frustrasi. Petenis nomor dua dunia itu gagal menemukan permainan terbaiknya dan harus mengakhiri langkahnya hanya dalam waktu satu jam 35 menit.

Ket. Foto: Aryna Sabalenka. — Sumber: WTA

Sabalenka sebenarnya sudah berada dalam tekanan sejak gim pembuka. Ia kehilangan servis pada gim pertama. Kesempatan untuk segera membalas datang pada gim keenam ketika Sabalenka memperoleh lima peluang break point, tetapi seluruhnya gagal dikonversi.

Bartunkova kemudian mampu mempertahankan momentum hingga merebut set pertama 6-4.

Situasi tidak banyak berubah pada set kedua. Sabalenka kembali kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya menyerah 3-6.

“Saya fokus pada diri sendiri dan berusaha tetap tenang. Aryna adalah pemain hebat. Dia seorang legenda. Dia adalah juara Grand Slam,” kata Bartunkova, 20 tahun, seusai pertandingan.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil terbesar dalam karier Bartunkova, yang berhasil menyingkirkan salah satu pemain elite dunia di turnamen WTA 1000.

Kekalahan di Beijing memperpanjang periode sulit Sabalenka. Petenis berusia 27 tahun itu belum mengangkat trofi sejak meraih Sunshine Double dengan menjuarai Indian Wells dan Miami pada awal tahun.

Sabalenka kemudian berhasil mencapai final US Open bulan lalu. Namun, ambisinya untuk meraih gelar Grand Slam kembali kandas setelah dikalahkan Elena Rybakina.

Hasil tersebut membuat Sabalenka untuk pertama kalinya sejak 2022 mengakhiri satu musim tanpa meraih gelar Grand Slam.

Bukan hanya gelar yang lepas. Kekalahan dari Rybakina di final US Open juga membuat posisi Sabalenka sebagai petenis nomor satu dunia ikut terancam.

Rybakina akhirnya menggantikan Sabalenka di puncak peringkat WTA setelah US Open.

Kini, tersingkirnya Sabalenka secara dini di China Open menjadi tanda lain bahwa sang juara Grand Slam empat kali tersebut masih berusaha menemukan kembali konsistensi permainan terbaiknya menjelang penghujung musim.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.