Arab Saudi Diam-Diam Hentikan Proyek Stadion NEOM untuk Piala Dunia 2034
Senin, 05 Okt 2026, 00:07 WIBRIYADH â Arab Saudi diam-diam menghentikan rencana pembangunan salah satu stadion paling ambisius untuk Piala Dunia FIFA 2034. Dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebut proyek NEOM Stadium kini ditangguhkan tanpa batas waktu, seiring penundaan dan penyusutan skala proyek futuristis yang menjadi lokasi stadion tersebut.
NEOM Stadium sebelumnya dirancang sebagai arena olahraga yang dibangun di atas struktur raksasa The Line, proyek sepanjang sekitar 160 kilometer yang dirancang menggunakan baja dan kaca. The Line merupakan bagian dari proyek pembangunan NEOM yang lebih luas.
NEOM diperkenalkan sekitar satu dekade lalu sebagai salah satu proyek utama dalam Vision 2030, program ambisius Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi sekaligus mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak.
Namun, perkembangan proyek tersebut kini menghadapi perubahan besar.
Yasir Al-Rumayyan, Gubernur Public Investment Fund (PIF) yang memiliki NEOM, pada April lalu mengakui bahwa The Line tidak lagi menjadi prioritas utama. Ia mengatakan proyek tersebut tidak harus selesai sebelum 2030, target awal penyelesaian tahap pertamanya.
Meski demikian, Al-Rumayyan saat itu membantah adanya proyek yang dibatalkan.
Kini, dua sumber menyebut rencana pembangunan NEOM Stadium telah dihentikan untuk waktu yang belum ditentukan.
NEOM maupun kantor media pemerintah Arab Saudi tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Kementerian Olahraga Arab Saudi mengarahkan pertanyaan mengenai stadion tersebut kepada World Cup 2034 Hosting Higher Authority.
Otoritas tersebut menyatakan bahwa pembangunan berbagai proyek untuk Piala Dunia 2034 telah memasuki tahap pelaksanaan signifikan. Namun, mereka tidak memberikan jawaban spesifik mengenai status NEOM Stadium maupun estimasi biayanya dan hanya membagikan foto beberapa stadion lain yang sedang dibangun.
Piala Dunia 2034 menjadi salah satu proyek olahraga terbesar dalam agenda Vision 2030. Arab Saudi telah menggelontorkan investasi besar melalui PIF untuk mengembangkan berbagai sektor olahraga.
Turnamen tersebut juga akan menjadi Piala Dunia pertama dengan format 48 tim yang diselenggarakan oleh satu negara.
Arab Saudi berencana membangun atau merenovasi 15 stadion di lima kota, sekaligus menyiapkan puluhan fasilitas latihan bagi peserta turnamen.
Platform intelijen industri konstruksi MEED Projects memperkirakan nilai keseluruhan proyek stadion dan fasilitas terkait mencapai US$22,7 miliar.
Untuk NEOM Stadium sendiri, MEED memperkirakan biaya pembangunan mencapai 2,5 miliar dollar AS. Stadion berkapasitas sekitar 46.000 penonton tersebut kini tercatat berstatus on hold dalam basis data MEED.
Belum ada jadwal penyelesaian yang tercantum untuk stadion NEOM. Sementara itu, proyek stadion dan fasilitas lain berada dalam berbagai tahap pembangunan, dengan target penyelesaian antara 2026 hingga 2033.
Status NEOM Stadium menjadi perhatian karena Arab Saudi kini menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik yang semakin berat.
Perang Iran telah mengganggu pengiriman energi dan merusak sejumlah infrastruktur penting. Arab Saudi juga menghadapi serangan dari kelompok Houthi yang didukung Iran.
Pekan lalu, Kementerian Keuangan Arab Saudi memperkirakan defisit fiskal tahun ini akan lebih besar dari proyeksi sebelumnya. Ekonomi riil negara tersebut juga diperkirakan mengalami kontraksi 3,6 persen, terutama akibat penurunan aktivitas sektor minyak.
Selain persoalan ekonomi dan geopolitik, luasnya wilayah pembangunan stadion juga menjadi tantangan tersendiri.
Menurut sumber lain, penyebaran lokasi stadion di berbagai wilayah Arab Saudi dapat memperumit proses pembangunan. Kondisi tersebut semakin sulit jika sejumlah proyek yang menjadi lokasi pembangunan stadion mengalami penundaan atau pengurangan skala.
The Line merupakan salah satu proyek yang terdampak perubahan tersebut. Proyek futuristis yang semula menjadi simbol ambisi Vision 2030 itu kini tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintah.
Perubahan serupa terjadi pada New Murabba, proyek pengembangan besar di Riyadh. Pada Januari lalu, Arab Saudi dilaporkan menghentikan pembangunan The Mukaab, gedung pencakar langit berbentuk kubus raksasa yang direncanakan menjadi pusat New Murabba.
Reuters juga melaporkan tahun lalu bahwa PIF mulai mengubah fokus dari proyek-proyek giga-project yang membutuhkan biaya sangat besar menuju proyek yang mampu memberikan keuntungan finansial lebih cepat.
Strategi tersebut kemudian mulai disampaikan secara terbuka oleh sejumlah pejabat Arab Saudi.
Meski demikian, penghentian atau pengurangan skala sejumlah proyek tidak berarti seluruh persiapan Piala Dunia 2034 terhenti.
Beberapa proyek stadion lainnya masih berjalan sesuai rencana.
Aramco Stadium di Al Khobar, wilayah timur Arab Saudi, misalnya, ditargetkan rampung akhir tahun ini dan dijadwalkan menggelar pertandingan pertamanya pada Januari mendatang. Penjualan tiket untuk pertandingan tersebut bahkan telah dibuka.
Sumber lain juga memastikan pembangunan sejumlah stadion yang direncanakan untuk Piala Dunia 2034 tetap berlanjut.
Dengan demikian, perubahan nasib NEOM Stadium lebih mencerminkan pergeseran prioritas pembangunan Arab Saudi daripada penghentian keseluruhan persiapan menuju Piala Dunia 2034.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Korban Virgo Transport 8 Mendapat Penanganan di Posko Kesehatan
-
Dampak kemarau di Kabupaten Bekasi
-
Bye-Bye BBM Impor, Sembilan Desa Terpencil di Maluku Bakal Diterangi Listrik Tenaga Surya
-
Buku Islam Ala Prabowo; Jadi Sorotan, Baznas Tegaskan Dana ZIS Tak Digunakan.
-
Tren Umrah Mandiri Meningkat, Persiapan Biaya dan Dokumen Perlu Diperhatikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.