Diversifikasi Menguat, Strategi Perencanaan Keuangan Berubah

Senin, 05 Okt 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Di tengah ekonomi nasional yang tetap solid, pola perencanaan keuangan masyarakat mulai bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan aset menuju strategi diversifikasi. Perubahan ini menunjukkan semakin pentingnya pengelolaan risiko untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika pasar.

Tren tersebut tercermin dari data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Pada Semester I 2026, pendapatan premi produk PAYDI/ unit link tumbuh 10,3 persen menjadi 35,73 triliun rupiah. Bahkan, premi bisnis baru PAYDI melonjak lebih tinggi, 34,5 persen menjadi 19,78 triliun rupiah.

Ket. Foto: Perencanaan Keuangan - Ketidakpastian Ekonomi Dorong Pentingnya Diversifikasi Aset — Sumber: istimewa

Data tersebut sejalan dengan fondasi ekonomi yang kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026, dan secara kumulatif Semester I 2026 tumbuh 5,45 persen. Sejalan dengan itu, diversifikasi tidak menghilangkan risiko investasi, namun dapat menjadi bagian dari pengelolaan risiko dan perencanaan keuangan jangka panjang

Menangkap tren diversifikasi tersebut, Great Eastern Life Indonesia terus mengembangkan GREAT Investlink Protection, solusi asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) multicurrency. Produk yang dipasarkan melalui bancassurance OCBC dengan skema premi tunggal ini mengombinasikan perlindungan jiwa dengan fleksibilitas pilihan Dana Investasi, strategi, dan mata uang.

Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan kebutuhan finansial nasabah terus berevolusi. "Setelah membangun aset, kebutuhan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat dikelola secara lebih terencana dan terdiversifikasi sesuai dengan tujuan finansial masing-masing," ujar Nina di Jakarta, Minggu (4/9).

Menurutnya, fleksibilitas relevan di setiap fase kehidupan. Di fase produktif untuk pengembangan aset, pendidikan anak dan pensiun. Di fase aset sudah terbentuk, kebutuhan bergeser ke pengelolaan kekayaan, arus kas jangka panjang, hingga persiapan warisan bagi generasi berikutnya.

Sejak diluncurkan Maret 2023, GREAT Investlink Protection terus memperluas pilihan diversifikasi mata uang. Setelah Rupiah, hadir pilihan dollar AS pada Desember 2025, dan menjadi pionir PAYDI pertama di Indonesia dengan pilihan mata uang dollar Singapura pada Mei 2026.

  • Diversifikasi Aset

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.